Paus-Dimakamkan-di-Basilika-St.-Peter-Pemakaman-Terbesar-Abad-Ini
Paus-Dimakamkan-di-Basilika-St.-Peter-Pemakaman-Terbesar-Abad-Ini
Paus-Dimakamkan-di-Basilika-St.-Peter-Pemakaman-Terbesar-Abad-Ini

Jenazah Paus Yohanes Paulus II dimakamkan di ruangan bawah tanah Basilika Santo Petrus di Vatikan, Jumat,8 April.

 

Peti jenazah sederhana yang berisikan paus itu, dipikul ke Basilika oleh 12 pengusung berpakaian hitam untuk pemberkatan terakhir singkat.

 

Di dalam peti tertutup itu, Paus terbaring. Mukanya ditutupi oleh selubung sutra putih. Sebuah dompet kecil berisikan uang logam perak dan perunggu yang dibuat selama masa kepausannya, serta sebuah gulungan kertas Latin dengan tanggal-tanggal kelahiran dan kematiannya, juga berada di dalam peti jenazah tersebut.

 

Paus dimakamkan sesuai dengan keinginannya di sebuah ruangan bawah “tanah sederhana”, bukan yang dipersiapkan secara rumit. Bagian atas makamnya akan diberi marmer biasa yang bertuliskan “Yohanes Paulus II 1920-2005″.

 

Paus Yohanes Paulus II dimakamkan di bekas makam Paus Yohanes XXIII, yang setelah pengindahannya dikebumikan lagi pada 2001 dalam sebuah peti jenazah kaca di Basilika Santo Petrus.

 

Tempat peristarahatan terakhir paus itu juga dekat dengan tempat dimana Santo Petrus, pemimpin gereja mula-mula dan paus pertama, dimakamkan.

 

Pemakaman Paus dilakukan setelah misa selama tiga jam yang dihadiri sekitar jutaan pelayat, termasuk 80 kepala negara, pemimpin gereja sedunia serta tokoh-tokoh agama lainnya yang hadir, hanya berada di luar Basilika. Diperkirakan 1 milyar orangmenyaksikan melalui layar televisi. Sejumlah layar raksasa televisi juga dipasang di seluruh penjuru Roma, dengan tayangan yang disiarkan di seluruh televisi dunia.

 

Surat wasiat terakhir Paus menunjukkan bahwa ia mempertimbangkan kemungkinan untuk mengundurkan diri pada tahun 2000. Dalam surat wasiat tersebut, Paus juga menyatakan terima kasihnya kepada seluruh dunia dan agama-agama lain atas dukungan mereka. Semua surat dan catatan pribadi Paus akan dibakar.

 

Sementara itu, pihak berwenang Italia telah meminta Vatikan menutup lokasi pemakaman paus bagi pengunjung selama beberapa hari karena khawatir massa dalam jumlah besar yang telah melumpuhkan kota Roma tidak akan pergi, kata satu sumber Vatikan.

 

Vatikan menyatakan, ruangan bawah tanah Basilika Santo Petrus tempat paus dimakamkan itu akan tetap tertutup bagi umum sampai setidaknya Senin.

 

Dalam surat wasiat yang dibacakan Kamis sore, Paus Yohanes Paulus II mengisyaratkan untuk mundur pada tahun 2000, ketika Gereja Katolik Roma memasuki milenium baru. Pada 2000, usia Paus 80 tahun.

 

Dokumen juga menyebutkan, mendiang Paus tidak meninggalkan warisan materi. Dia meminta semua catatan pribadinya dibakar. Wasiat itu hanya menyebut dua nama, sekretaris pribadinya dan kepala Rabi di Roma yang menyambutnya di sinagoga Roma pada 1986.

 

Dia juga mempertimbangkan kemungkinan pemakaman di Polandia tetapi kemudian menyerahkannya kepada Dewan Kardinal untuk menentukan.

 

Berdasarkan tradisi, jenazah Paus, yang mengenakan jubah kebesaran gereja, dipindahkan ke salah satu dari tiga peti jenazah pada Kamis malam, menjelang pemakaman pada Jumat.

 

Peti mati pertama terbuat dari kayu pohon cemara yang merupakan simbol dari kerendahan hati Paus. Sambil mengucapkan doa-doa khusus, orang-orang dekat Paus mengenakan sutera bewarna putih pada wajahnya, Dia juga memakai kantong bewarna merah berisi koin dan medali penghargaan yang diperoleh selama masa kepausannya. Dimasukkan pula sejarah singkat kehidupannya dalam bahasa Latin.

 

Vatikan tampaknya sudah menerima banyak sekali permintaan untuk menyertakan berbagai benda ke dalam peti, termasuk segenggam tanah dari Polandia. Belum jelas apakah permohonan tersebut dikabulkan, namun permintaan rakyat Polandia agar jantung Paus dapat dipindahkah dan dikuburkan di tanah kelahirannya tampaknya tidak mungkin bisa dipenuhi.

 

Paus akan dikebumikan di bawah lantai yang terbuat dari batu pualam. Ia akan dimakamkan di sebelah para Paus sebelumnya, Yohanes Paulus I, Benedict XV, Innocent IX, Julius III, dan Paulus VI.

http://www.christianpost.co.id

About these ads