Gear Ratio pada kendaraan bergerak belakang memiliki final gear ratio terletak pada gardan atau differential gearnya.

Gear ratio ini sangat menentukan apakah mobil tersebut cocok untuk off road, cocok untuk dalam kota atau cocok untuk di perjalanan jauh (tol dan luar kota).

Gear ratio ditentukan dengan membagi jumlah gigi pinion dengan jumlah gigi Crown wheel atau Ring Gear.

misalnya pada kijang yang pinion gearnya gigi 8 gigi crown wheelnya (ring gear) 41…berarti gear rationya 41/8 = 5,125…(untuk satu putaran roda membutuhkan 5,125 putaran gigi pinion = putaran kopel = selaras dengan rpm mesin)
Dengan demikian setiap putaran mesin yang lebih banyak di konversikan menjadi torsi dan tenaga,tetapi hal ini membutuhkan rpm yang tinggi…nah yang seperti ini cocok dengan yang suka offroad.

Tapi kalau mau enteng di jalan tol sehingga konsumsi bbm menjadi lebih efisien maka gunakan gear rasio yang lebih tinggi seperti gigi pinion 10 dan gigi crown wheelnya(ring gear) 41….dengan demikian…gear rationya adalah 4,1 yaitu untuk memutar satu putaran roda membutuhkan 4,1 putaran pinion =kopel= selaras dengan rpm mesin)
sehingga dengan speed yang sama dengan diatas..di butuhkan rpm yang lebih rendah….namun untuk pemakain dalam kota seperti jakarta yang selalu macet bukan hal ini yang di butuhkan sebab lebih baik memilih gear ratio yang mendukung akselerasi dan power seperti gear ratio 5,125 di atas…tapi untuk luar kota seperti dalam tol…lebih manteb yang ini ..karena di perjalanan panjang rpm yang rendah memperpanjang umur mesin..he..he…..

selain itu masih ada diameter Ban anda …diameter dari ban juga mempengaruhi dari hasil dari final gear ratio ini…semakin besar diameter ban di butuhkan gear ratio yang lebih besar agar tenaga dari mesin tidak over loaded…..