Kita mengenal banyak sekali jenis relay yang digunakan pada kendaraan kita semisalnya pada klakson, Head lamp, extravan AC, Starter dan masih banyak lagi kegunaan lainnya. Tapi tahukah kita bagaimana cara kerja relay itu sesungguhnya? mengapa diperlukan relay?

yang akan kita bahas saat ini adalah salah satu jenis relay yang umum digunakan : mini Relay 12V30A seperti gambar dibawah ini…

Relay = Saklar yang didekatkan kepada instrumen yang menggunakannya.

Contoh : menggunakan Relay pada KLAKSON berarti mendekatkan pencetan klakson disetir dengan klakson itu sendiri di depan mobil. sehingga dapat mengurangi losses/ ke tidak efisienan pada kabel-kabel yang menghubungkannya. Biasanya ke tidak efisienan terjadi pada penghubung antara setir dan batang setir, karena setir selalu diputar maka keausan sering terjadi pada bagian ini sehingga klakson tidak dapat bunyi sebagaimana mestinya dikarenakan arus yang mengalir pada bagian ini akan terhambat.

Dengan menggunakan relay maka saklar klakson seolah-olah tidak lagi menjadi di setir melainkan di relay, sedangkan tombol di setir hanya menjadi saklar bagi relay yang hanya membutuhkan arus yang sangat kecil untuk aktif. Jika relay aktif = saklar aktif = Klakson bunyi.

Cara kerja Relay Sesungguhnya

Untuk memperjelas cara kerja relay kita akan bahas salah satu jenis relay yang sering digunakan seperti Bosch dan Hella.

Apa bila kita melihat pada body relay pasti kita dapat menemukan diagram seperti gambar 2. Nomer nomer yang ada pada gambar 2 itu mengacu pada nomer di bagian bawah relay (gambar 1).

Di dalam relay Terdapat :

  1. Gulungan kawat tembaga (coil) dengan ujung2 kawat diberi nomer 85 dan 86

  2. Mekanisme saklar seperti gambar kawat terputus dengan ujung2 nya diberi nomer 30 dan 87

Gulungan atau coil digunakan untuk menciptakan medan magnet pada inti besi coil itu. seperti kita ketahui apa bila kita melilitkan kawat tembaga pada sebuah inti besi contoh paku, maka paku tersebut akan menjadi magnet apabila kawat tembaga itu kita aliri arus listrik. Hal ini juga digunakan pada relay, jika 85 diberi arus + dan 86 diberi arus – atau sebaliknya maka akan tercipta medan magnet pada ujung inti besi coil itu.

Jika medan magnet sudah terbentuk (gambar 3) maka mekanisme saklar yang terbuat dari besi akan tersedot /tertarik oleh medan magnet, sehingga mekanisme saklar yang tadinya terbuka / terputus menjadi tertutup/ menyambung, sehingga 30 dan 87 menjadi satu kesatuan seolah2 seperti seutas kawat/ seperti saklar yang sedang di aktifkan. Membuka dan menutupnya 30 dan 87 inilah yang digunakan untuk menghidupkan atau mematikan instrumen.

Sekarang mari kita merakit Relay untuk Klakson :

Contoh pada mobil Kijang:

Untuk menghidupkan klakson dibutuhkan arus+ dan arus –

pada mobil kijang arus + sudah standby sedangkan arus – akan datang apabila kita memencet tombol disetir. seringkali arus – yang mengalir tidak sempurna sehingga bunyi klakson tidak maksimal. Hal ini mungkin terjadi karena penghubung masa ke setir sudah mulai aus karena gesekan perputaran setir. Untuk memaksimalkannya mari gunakan Relay.

CARA 1

  1. Pertama-tama alihkan kabel asli dari klakson ke Relay, untuk mengaktifkan relay (ke nomer 85 dan 86), misalnya yang standby + ke 85 dan yang satu lagi pasti ke 86 atau sebaliknya. Sehingga apabila tombol klakson di setir di pencet maka Relay akan aktif ditandai dengan bunyi klik pada relay anda.

  2. Pada nomer 30 berikan masa atau ground yang bagus, agar arus – yang dihasilkan akan maksimal

  3. Pada nomer 87, dari sini nanti akan keluar arus – yang diambil dari nomer 30(apabila relay aktif), maka dibutuhkan kabel yang menghubungkan no 87 ini ke salah satu terminal klakson.(bisanya tidak jadi masalah yang mana yang diberi arus- dan yang mana yang diberi arus +, tetapi pada jenis2 klakson tertentu terdapat tanda mana terminal – dan yang mana terminal +.

  4. Seperti kita diskusikan diatas umumnya terminal klakson ada 2 yaitu satu untuk arus + dan yang satu lagi untuk arus-, untuk urusan arus – sudah dapat diatasi dari relay. Untuk arus + nya dapat diberikan langsung diambil dari terminal accu + (melalui sekring agar aman)

  5. Klakson anda sudah siap untuk dicoba. tombol klakson dipencet, relay aktif, maka arus negatif dari 30 mengalir ke 87, karena arus + sudah standby seharunya klakson anda akan bunyi dengan maksimal.

CARA 2

  1. Pertama-tama alihkan kabel asli dari klakson ke Relay, untuk mengaktifkan relay (ke nomer 85 dan 86), misalnya yang standby + ke 85 dan yang satu lagi pasti ke 86 atau sebaliknya. Sehingga apabila tombol klakson di setir di pencet maka Relay akan aktif ditandai dengan bunyi klik pada relay anda.

  2. Pada nomer 30 berikan arus positif atau setrum yang bagus, agar arus + yang dihasilkan akan maksimal(misalnya pada contoh menggunakan arus positif dari aki melalui sebuah sekring sebagai pengaman.

  3. Pada nomer 87, dari sini nanti akan keluar arus + yang diambil dari nomer 30(apabila relay aktif), maka dibutuhkan kabel yang menghubungkan no 87 ini ke salah satu terminal klakson.(bisanya tidak jadi masalah yang mana yang diberi arus+ dan yang mana yang diberi arus -, tetapi pada jenis2 klakson tertentu terdapat tanda mana terminal – dan yang mana terminal +).

  4. Seperti kita diskusikan diatas umumnya terminal klakson ada 2 yaitu satu untuk arus + dan yang satu lagi untuk arus-, untuk urusan arus + sudah dapat diatasi dari relay. Untuk arus – nya dapat diberikan langsung diambil dari terminal accu – atau ke ground atau body mobil langsung dengan terlebih dahulu membersihkan bagian yang akan digunakan dengan amplas.

  5. Klakson anda sudah siap untuk dicoba. tombol klakson dipencet, relay aktif, maka arus Positif dari 30 mengalir ke 87, karena arus – sudah standby seharunya klakson anda akan bunyi dengan maksimal.

Artikel By : ferky, agustus 2007, added september 2007

Selamat mencoba, semoga bermanfaat