Transmisi Otomatis tidak Perlu Takut Mogok

boostercablefromchina.com

MOBIL bertransmisi otomatis memang nyaman digunakan, terlebih di kondisi lalu lintas seperti di Jakarta yang tak pernah luput dari kemacetan. Kita tinggal geser tuas transmisi ke posisi D, lepas rem, injak gas, mobil meluncur mulus tanpa harus kita repot mengatur injakan pada pedal kopling.

Mau menambah kecepatan? Kita tinggal memperdalam injakan pada pedal gas tanpa harus repot mengoper-oper gigi transmisi dan memainkan pedal kopling. Jika ada hambatan di depan, tinggal injak rem untuk mengurangi kecepatannya. Terlebih teknologi yang kian maju membuat kemampuan akselerasinya hampir sama responsif dengan transmisi manual.

Dengan berkurangnya ritual yang biasa dilakukan pada transmisi manual, kita bisa lebih berkonsentrasi pada situasi di sekeliling kendaraan yang ujung-ujungnya berdampak pada meningkatnya unsur keselamatan berkendara.

Namun di balik segala kelebihan yang dimiliki transmisi otomatis, masih ada kekhawatiran saat mesin kendaraan mengalami gangguan alias mogok akibat aki yang lemah dan tak kuat menggerakkan motor starter.

Pasalnya tidak seperti transmisi manual yang bisa disiasati dengan mendorong mobil. Pada transmis otomatis memang hal ini tak bisa dilakukan, akan tetapi bukan berarti kita harus mengurungkan niat menikmati kenyamanan mobil bertransmisi otomatis.

Untuk menyiasati kelemahan transmisi otomatis tersebut, maka kita wajib memiliki booster cable (kabel jumper). Bentuknya berupa dua utas kabel berukuran besar (umumnya terdiri dari dua warna, merah dan hitam) yang di kedua ujungnya memiliki capit buaya.

Fungsinya untuk menghubungkan aki pada kendaraan yang soak dengan aki kendaraan lain yang masih normal untuk memberikan ‘tenaga tambahan’ agar mampu memutar motor starter.

Booster cable dapat diperoleh di supermarket dengan harga beragam. Pilihlah yang berkualitas baik agar awet. Mengetahuinya bisa dilihat dari kualitas material. Pilihlah yang memiliki kabel berukuran besar namun tidak kaku alias elastis. Ukuran panjangnya sebaiknya tak kurang dari 2 meter.

Cara menggunakannya dengan menghubungkan terlebih dahulu kabel hitam ke terminal negatif aki yang soak sementara ujungnya dihubungkan ke terminal negatif aki yang normal. Kemudian menyusul kabel merah ke terminal positif aki dengan prosedur yang sama. Jangan sampai terbalik karena dapat menimbulkan percikan api.

Kalau sudah terpasang dengan kuat, hidupkan mesin mobil yang mogok seperti biasa. Setelah itu biarkan beberapa saat antara 2 sampai 3 menit baru kemudian lepaskan cable booster dengan hati-hati. Selamat mencoba. (Cdx)