BawaBangsa Batak adalah suatu bangsa besar yang sudah dikenal pada jaman purba masa Sebelum Masehi oleh bangsa-bangsa lain terutama oleh bangsa-bangsa yang ada di kawasan Afrika dan Timur Tengah. Masih belum banyak penelitian yang dilakukan oleh kalangan ahli mengenai Bangsa Batak, karena berbagai faktor yang mengurungkan niat itu. Dari kalangan Bangsa Batak sendiri belum ada terlihat keinginan tersebut dikarenakan mereka masih terhibur dengan eforia datangnya peradaban baru dalam kehidupan mereka sehingga hal yang mendasar tentang identitasnya peradaban terlupakan bahkan ada kecenderungan untuk menghilangkan budayanya baik secara sengaja maupun tanpa disadari atau ada upaya lain dari luar kalangan yang secara sistematis berusaha menghilangkan peradaban kuno ini.

Jejak-jejak Purba

Bangsa Batak yang besar itu pada masanya di jaman purba sudah menjalani sejarahnya yang panjang, bahkan jejak-jejaknya masih ditemukan di berbagai kawasan dimana manusia pernah menjejakkan kakinya di Bumi ini. Bangsa Batak pernah menjejakkan kakinya di bumi Filippina dan mereka masih menghormati dan mempertahankan nama sakti bangsanya yaitu Batak. Walaupun jumlah mereka hanya tinggal sekitar 500 orang tetapi Batak Filippina ini sudah masuk dalam program penyelamatan dunia. Batak di Filippina menjadi orang terpinggirkan dan mereka seolah tidak memiliki hak sebagai warga negara walaupun dalam sejarahnya mereka sudah bermukim ribuan tahun sebagai penduduk asli. Bangsa Batak juga pernah menjejakkan kakinya di Eropah dan masih menghormati nama saktinya yaitu Batak yang ada di daerah pegunungan di Selatan Bulgaria. Batak Bulgaria ini hampir mengalami sejarah yang mirip dengan bangsa asalnya di Tanah Batak yaitu bahwa mereka hampir dipunahkan oleh Ottoman dari Turki dengan menyembelih lebih dari 5.000 orang dari total 6.000 orang jumlah Batak pada masa itu, dengan maksud untuk memaksakan faham Islam di tahun 1876, sementara leluhur mereka di Tanah Batak juga disembelih dengan menggunakan pedang-pedang Turki sehingga sekitar 600.000 bangsa batak dibantai oleh Paderi yang memaksakan faham Islam di tahun 1816 – 1820.  Akhirnya Bangsa Batak di Selatan dimasuki faham Islam dan di Utara dimasuki Faham Kristen. Jejak-jekak kaki Bangsa Batak ini tentu jejak yang masih dapat terlihat dipermukaan sampai saat ini, namun jejak-jejak lainnya masih memungkinkan untuk ditemukan melalui kepedulian untuk mencari identitasnya sendiri, lalu kemudian merangkai sejarahnya untuk memastikan bahwa dahulu mereka pernah berjaya.

Kajian sejarah mengatakan bahwa Bangsa Batak adalah bangsa yang disebut sebagai Proto Melayu, sementara Bangsa Melayu adalah bangsa-bangsa yang berasal dari satu ras yang disebut ras bangsa Austronesia yang meliputi bangsa-bangsa dimulai dari Madagaskar, Indonesia, Malaysia, Brunai, Thailand, Burma, Vietnam, Kamboja, Filippina, atau boleh disebut sebagai bangsa Asia Tenggara, yang kemudian membentuk ras bangsa baru yang disebut ras bangsa Melanesia, ras bangsa Polynesia, dan ras bangsa Micronesia. Untuk komunitas Bangsa Batak lebih dahulu mendiami Pulau Sumatra, kemudian berkembang menjadi Melayu yang ada di Pulau Sumatra dan Semenanjung Malaysia

Sejalan dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat maka sejarah peradaban manusia sudah mulai mendapat titik terang untuk menemukan asalmuasal peradaban. Pada awal berkembangnya kelompok ilmu yang mempelajari peradaban manusia bahwa ancestory manusia dikatakan berasal dari Afrika, akan tetapi ilmu genetika yang begitu maju dengan teknologi DNA (deoxyribonucleic acid) dan mtDNA (mitocondrial deoxyribonucleic acid) sehingga memunculkan teori baru mengenai ancestory manusia yang bukan lagi berasal dari Afrika tetapi dari Asia Tenggara. Penelusuran genetika manusia untuk mencari asal-muasal nenek moyang manusia mulai membuyarkan teori lama bahwa Adam dan Siti Hawa bukanlah sebagai pasangan yang hidup bersama sebagai Ibu-Bapa biologis yang menurunkan keturunan manusia-manusia. Mengapa penentuan ibu biologis dengan metode tercanggih DNA dan mtDNA memunculkan rentang waktu kehidupan mereka yang sangat jauh berbeda puluhan ribu tahun?

Spencer Wells seorang doktor ahli genetika dan kepurbakalaan dari Universitas Texas dan Universitas Harvard mengemukakan penelitiannya bahwa manusia sekarang berasal dari Chromosom-Y Adam atau lebih dikenal dengan istilah Y-MRCA (Y-Most Recent Common Ancestor = Chromosome-Y laki-laki, nenek moyang terawal) yang diperkirakan hidup 60.000 tahun yang lalu di Afrika. Sementara Metode mtDNA menelusuri kode genetika melalui penelusuran garis ibu dan ibu biologis manusia pertama ditaksir ada 140.000 tahun lalu. Tentu karena para ahli genetika masih membawakan asumsinya dengan asalmuasal manusia adalah Afrika sebagai parameter. Mungkin masih perlu waktu untuk merubah paradigma asal-muasal manusia.

Dikatakan oleh para ahli bahwa Gunung Toba meletus sekitar 73.000 – 75.000 tahun lalu telah menimbulkan perubahan iklim yang sangat radikal dan dicurigai telah merubah genetika keturunan manusia. Jumlah manusia diperkitakam pada masa itu sekitar 1 juta jiwa mengalami kepunahan hingga hanya tinggal sekitar 10.000 jiwa atau bahkan kurang atau sekitar 1.000 pasang saja. Kekuatan letusan diperkirakan sekitar 1 gigaton TNT dan kalau dibandingkan dengan bom nuklir di Hirosima yang besarnya hanya 13 kiloton TNT berarti daya rusak Gunung Toba adalah 77 juta kali lipat besarnya.  Volume debu yang disemburkan ke angkasa sebanyak 2.800 Km kubik dan bila dibandingkan ledakan sejenis seperti Gunung Pinatubo di Filippina hanya sebesar 4 Km kubik, maka gunung Toba adalah 700 kali besarnya, makanya permukaan angkasa tertutupi debu dan mengalami total gelap selama 6 tahun dan dan terjadinya perubahan cuaca yang sangat dingin selama 1.000 tahun dan selama 10.000 tahun berikutnya bumi mengalami pendinginan yang disebut jaman es (glacial age atau ice age). Endapan debu pasir yang menyebar ke seantero dunia (Afrika Timur, Asia, Timur Tengah) menutupi permukaan bumi seperti di Malaysia setinggi 9 m dan di India setebal sampai 6 m. Apakah manusia yang tinggal disekitar Gunung Toba tidak ada yang selamat? Para ahli menyimpulkan tidak mungkin, tetapi perlu dikemukakan pendapat yang memungkinkan bahwa ada manusia sekitar yang selamat dan mungkin itulah manusia Batak? Alasan tidak mungkinnya ada manusia disekitar yang selamat menyurutkan para ahli untuk melakukan penelitian. Orang lain saja sudah enggan melakukan penelitian apalagi orang Batak sendiri?
http//:batakone.wordpress.com

DIarsipkan di bawah: Artikel

: