Lantaran hasil karya kedua bersaudara ini saling berkaitan satu sama lain, mereka tercantum berbarengan dalam daftar urutan buku ini dan ihwal keduanya pun akan dipaparkan dalam satu nafas. Wilbur Wright lahir tahun 1867 di kota Millville, Indiana. Orville Wright adiknya lahir tahun 1871 di kota Dayton, Ohio. Kedua anak laki ini duduk di perguruan tinggi tetapi tak satu pun peroleh ijazah.
Keduanya punya bakat di bidang mekanika dan keduanya tertarik dengan masalah menerbangkan manusia ke udara. Di tahun 1892 mereka membuka toko, menjual, membetulkan, dan membikin sepeda. Usaha ini mendatangkan dana untuk melanjutkan niatnya: penyelidikan sektor aeronautik. Kakak-beradik ini asyik menekuni karya-karya peminat aeronautik lain seperti: Otto Lilienthal, Octave Chanute dan Samuel P. Langley. Di tahun 1899 mereka mulai bekerja ke arah penerbangan sendiri. Pada bulan Desember 1903, sesudah kerja keras selama empat tahun lebih sedikit, hasil usahanya berhasil dengan gemilang.
Orang mungkin heran kepada Wright bersaudara mampu menciptakan prestasi yang gagal dilakukan orang-orang lain. Ada beberapa sebab yang membuat mereka berhasil. Pertama, dua kepala tentu lebih efektif dari satu kepala. Wright bersaudara senantiasa bekerja sama dan tunjang-menunjang dengan amat serasi dan sempurna. Kedua, mereka dengan cekatan mengambil keputusan bahwa mereka pertama mempelajari bagaimana cara terbang sebelum mencoba membikin pesawat. Sepintas lalu hal ini rasanya bertentangan menurut ukuran umum: bagaimana bisa belajar terbang jika belum ada pesawat terbang? Jawabnya adalah, Wright bersaudara belajar terbang dengan menggunakan pesawat peluncur. Mula-mula mereka mengamati cara kerja layang-layang, kemudian peluncur. Tahun berikutnya mereka membawa pesawat peluncur ukuran besar ke Kitty Hawk, di Carolina Utara, cukup untuk ditumpangi dan dapat mengangkat seorang manusia. Pesawat ini dicoba. Tampaknya hasilnya tidak terlalu menggembirakan. Mereka bikin dan coba pesawat peluncur lengkap di tahun 1901 dan disusul dengan pembikinan tahun 1902. Pesawat peluncur ketiga ini merupakan gabungan dari pelbagai penemuan-penemuan penting mereka. Beberapa paten dasar, digunakan tahun 1903, berkaitan dengan pesawat peluncur itu ketimbang pesawat terbang pertama mereka. Mengenai pesawat peluncur ketiga itu mereka telah lebih dari seribu kali mengangkasa dengan berhasil. Kedua bersaudara Wright telah merupakan pilot pesawat peluncur terbaik dan paling berpengalaman di dunia sebelum mereka mulai membikin pesawat udara bermesin.

Pengalaman mengudara dengan pesawat peluncur merupakan inti sukses ketiga mereka yang amat penting. Banyak orang yang sebelumnya sudah pernah mencoba membikin pesawat punya kekhawatiran utama bagaimana hasil ciptaannya tinggal landas. Wright bersaudara dengan tepat menyadari bahwa masalah pokok adalah bagaimana mengawasi pesawat sesudah berada di udara. Karena itu, sebagian besar waktu dan perhatian mereka tumpahkan pada soal bagaimana mencapai kestabilan pesawat ketika sudah terbang. Mereka berhasil menciptakan tiga jenis alat pokok untuk mengawasi pesawat, dan inilah yang membuat mereka berhasil dalam peragaan.

Wright bersaudara juga memberi sumbangan penting dalam hal perancangan sayap. Mereka sadar, data-data sebelumnya yang sudah disiarkan, tidak bisa dijadikan pegangan. Karena itu mereka menciptakan sendiri lorong-lorong angin dan dicoba terhadap lebih dari dua ribu macam bentuk permukaan sayap. Inti utama dari percobaan ini adalah, kedua bersaudara itu mampu membikin bagan sendiri, memaparkan tentang tekanan udara terhadap sayap tergantung pada bentuk sayap itu. Keterangan ini kemudian digunakan dalam tiap pembuatan sayap pesawat terbang.

Disamping semua hasil penemuan mereka, kedua bersaudara Wright ini tak bakal bisa sukses berhasil bilamana mereka tidak tampil pada saat yang tepat dalam sejarah. Percobaan penggunaan penerbangan dengan mesin pada paruh pertama abad ke-19 jelas cenderung ke arah gagal. Mesin uap jelas terlampau berat untuk penggunaan penerbangan. Pada saat kedua bersaudara Wright muncul, mesin pemroses pembakaran sudah diketemukan orang. Tetapi, mesin ini hanya untuk pemakaian secara umum, terlalu berat untuk digunakan dalam penerbangan pesawat. Ketika tak ada satu pabrik pun yang sanggup merancang mesin yang cukup ringan, kedua bersaudara Wright (dengan bantuan seorang ahli mesin) merancang sendiri. Ini menunjukkan kegeniusan mereka karena walaupun dalam tempo relatif singkat toh mereka mampu merancang mesin yang lebih unggul dari hampir semua bikinan pabrik lain. Tambahan pula, Wright bersaudara merancang sendiri baling-baling. Salah satu yang mereka pergunakan di tahun 1903, 66% berhasil.

Penerbangan pertama dilakukan tanggal 17 Desember tahun 1903 di Kill Devil Hill dekat Kitty Hawk, Carolina Utara. Masing-masing kedua bersaudara itu melakukan dua penerbangan pada hari itu. Penerbangan pertama, yang dilakukan Orville Wright berlangsung 12 detik dan mencapai jarak 120 kaki. Penerbangan terakhir, yang dilakukan Wilbur Wright, berlangsung 59 detik dan mencapai ketinggian 852 kaki. Pesawatnya yang mereka namakan Flyer I (kini terkenal dengan julukan Kitty Hawk) memakan ongkos pembuatan kurang dari 1000 dolar. Pesawat itu punya sayap sepanjang 40 kaki dan bobot sekitar 750 pon, berkekuatan mesin 12 tenaga kuda dengan berat cuma 170 pon. Pesawat asli itu kini tersimpan rapi di Museum Udara dan Ruang Angkasa Washington D.C. Kendati ada lima saksi mata tatkala penerbangan pertama, relatif sedikit sekali diberitakan oleh koran-koran pada terbitan keesokan harinya (dan itu pun umumnya kurang cermat). Surat kabar kotanya sendiri di Dayton Ohio samasekali menganggap sepi usaha ini. Baru lima tahun sesudah itu dunia umum sadar bahwa penerbangan manusia betul-betul sudah bisa terlaksana.

Setelah penerbangan mereka di Kitty Hawk, Wright bersaudara kembali ke kota asalnya di Dayton. Di sana mereka merancang dan membikin pesawat kedua, Flyer II. Dengan pesawat yang kedua ini mereka melakukan 105 kali penerbangan di tahun 1904 tanpa menarik perhatian umum samasekali. Pesawat Flyer III yang sudah disempurnakan dan lebih praktis dibikin tahun 1905. Meski mereka banyak kali mengudara di dekat kota Dayton, banyak orang tetap tidak percaya bahwa yang namanya pesawat terbang sudah lahir di dunia. Di tahun 1906 –misalnya– koran The Herald Tribune edisi Paris menurunkan tulisan berjudul Flyer or Liars? (Penerbangan atau pengibulan?).

Di tahun 1908 akhirnya mereka menyapu bersih semua kebimbangan dan ketidakpercayaan umum. Wilbur Wright menerbangkan pesawatnya ke Perancis, bikin demonstrasi akrobatik di udara dan mengorganisir perusahaan untuk memasarkan hasil ciptaannya. Sementara itu, di Amerika Serikat, Orville Wright menyuguhkan pertunjukan serupa. Malangnya, pada tanggal 17 September 1908 pesawatnya jatuh terhempas. Inilah satu-satunya kecelakaan yang pernah dialami oleh mereka berdua. Seorang penumpang tewas, Orville patah kaki dan dua tulang iganya tetapi segera dapat sembuh. Keberhasilan penerbangannya menggugah pemerintah Amerika Serikat menandatangani kontrak untuk membuat pesawat-pesawat buat Departemen Pertahanan Amerika Serikat, dan di tahun 1909 dengan anggaran belanja pemerintah ada pesanan seharga $30.000 buat keperluan Angkatan Udara.

Pernah ada sengketa hukum menyangkut hak paten antara Wright bersaudara dengan saingan-saingannya, tetapi di tahun 1914 tuntutan mereka itu ditolak pengadilan. Apa hendak dikata, di tahun 1912 Wilbur Wright terserang tipus dan meninggal dunia pada umur empat puluh lima tahun. Orville Wright yang pada tahun 1915 menjual saham-sahamnya ke suatu perusahaan, hidup sampai tahun 1948. Tak seorang pun dari dua bersaudara itu pernah kawin.

Kendati banyak penyelidikan di bidang ini yang mendahuluinya, tak syak lagi Wright bersaudaralah yang bisa dianggap sebagai cikal bakal penemuan pesawat terbang. Dalam hal penentuan urutan dalam daftar buku ini, yang jadi pegangan utama adalah terciptanya pesawat terbang punya arti kurang penting ketimbang penemuan mesin cetak ataupun tenaga uap yang keduanya telah membikin perombakan revolusioner peri kehidupan manusia. Namun, tak bisa dibantah penemuan pesawat terbang merupakan fenomena sejarah yang penting, baik dalam hal penggunaan untuk tujuan-tujuan damai maupun perang. Hanya dalam tempo puluhan tahun sesudah itu, pesawat terbang telah membikin dunia kita ini begitu ciut bahkan ruang angkasa pun rasanya bisa disentuh jari. Dan lebih jauh dari itu, penemuan pesawat terbang bermuatan manusia merupakan pemula dan pembuka jalan bagi penerbangan di angkasa luar.

Berabad lamanya terbang itu sudah menjadi impian manusia. Mereka kepingin melayang di langit dengan permadani terbang seperti dalam dongeng-dongeng Seribu Satu Malam, impian yang berada jauh dalam jangkauan. Si genius Wright bersaudaralah yang telah mewujudkan mimpi itu jadi kenyataan, betul-betul terbang dengan pesawat dan bukannya bersila di atas permadani dongeng sambil mengisap “hoga” yang tiga hasta panjangnya

dikutip dari Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah
Michael H. Hart, 1978

Apa Itu Black Box ?

Banyak dari kita semua tahu kalo Black box merupakan sebuah kotak yang “bercerita”, dikatakan bercerita karena dalam data yang tersimpan di dalamnya tersimpan semua aktivitas penerbangan yang dibutuhkan investigator dalam mengungkap kejadian apa yang menyebabkan sebuah kecelakaan penerbangan terjadi. Mungkin di sebut black untuk mengkonotasikan “black/Hitam” sebagai sebuah tragedi. Namun sejatinya Black Box pada pesawat tidaklah berwarna hitam, namun Orange atau Merah ( warna dicat terang agar mendapatkan tingkat visibilitas tinggi atau isitilah indonesianya menarik pe rhatian). Kotak hitam pertama mulai muncul pada tahun 1950 dan mulai diwajibkan pada tahun 1960-an.

Si “kotak hitam” adalah istilah umum untuk alat perekam membawa dua penumpang pesawat komersial. Flight Data Recorder (FDR) mencatat berbagai parameter yang terkait dengan operasi dan karakteristik penerbangan pesawat. Cockpit Voice Recorder (CVR) rekaman suara awak pesawat, suara mesin, dan bunyi lainnya di kokpit. Semua pesawat komersial berbadan besar dan pesawat komersial yang lebih kecil atau milik korporasi (perusahaan), serta pesawat pribadi diwajibkan oleh hukum untuk membawa satu atau kedua kotak-kotak ini, yang umumnya biaya antara $ 10.000 dan $ 15.000. Black Box itu sendiri tahan terhadap suhu yang tinggi sampai 1.100 C. Crash Survivable Memory Unit (CSMU) berisi papan memori dikelilingi oleh isolasi termal baju besi dan baja yang dapat menahan dampak kecelakaan ribuan kali gaya gravitasi dan bertahan di laut pada kedalaman 14.000 – 20.000 kaki (4,270 m-6.096 m).

Gambar FDR yang sudah remuk
Contoh sebuah Cockpit Voice Recorder (CVR)
Selain itu untuk memudahkan pencarian posisi (terutama pencarian di bawah air) atau black box pesawat, dilengkapi pula underwater locator beacon yang kerjanya adalah terus-menerus memancarkan perekam ultrasonik dan Sinyal dapat mencapai permukaan dari kedalaman 14.000 ft. Desain modern kotak hitam diatur oleh sebuah kelompok yang disebut International Civil Aviation Organization (ICAO).

FDR selain telah saya sebutkan diatas juga mencatat data dari sejumlah sensor untuk memantau informasi seperti percepatan, kecepatan, ketinggian, pos, sikap, posisi kontrol kokpit, termometer, pengukur mesin, aliran bahan bakar, permukaan atur posisi, status autopilot, beralih posisi, dan berbagai parameter lainnya. Kebanyakan parameter direkam beberapa kali per detik tetapi beberapa FDR  dapat merekam semburan data pada frekuensi yang lebih tinggi saat masukan berubah dengan cepat. Black Box ini sendiri terletak dibagian rudder atau buntut pesawat dengan perkiraan bila terjadi sebuah kecelakaan maka bagian inilah yang relatif utuh dan tak hancur.

Gambar skema sebuah pesawat, terlihat posisi FDR berada pada bagian belakang

Russian Heavy Bomber Fortresses K-7 (Калинин К-7)

Sekitar tahun 1930 an, Angkatan bersenjata Russia telah memiliki sebuah ide untuk membuat sebuah pesawat tempur besar, yang namanya Heavy bomber K-7 (Калинин К-7). Konsep mereka waktu itu adalah sebuah benteng udara atau Flying Fortresses yang besar dan memakai propeller sebanyak mungkin untuk mengangkat pesawat ke udara, karena jelas waktu itu teknologi turbo jet belum di temukan. Tampilan pesawat ini sangatlah sangar dan berbentuk agak lain di jaman nya, menggunakan sayap berkonsep flying wing, dengan bentang dan besar sayap yg fantastis dan tak memiliki fusalage memanjang ( streamline ) seperti pesawat lain (sepintas model tipe nya seperti pesawat bronco), pintu masuk ke pesawat pun lewat roda pendarat berbentuk skid yang bentuknya seperti skid pada pesawat pesawat amphibi, roda pendarat langsung menempel pada skid itu (fix)
Pesawat K-7 ini termasuk pesawat yang pelaksanaan nya di rahasiakan oleh angkatan bersenjata Russia waktu itu, karena tingginya tingkat kerahasiaan nya tersebut maka pihak lain sangat sulit mendapatkan gambar pesawat tersebut, namun seiiring waktu berlalu foto foto berhasil didapatkan seperti yang anda lihat di artikel ini, yah sebuah Pesawat pembom berat K-7. Pecinta sejarah di russia mencoba kembali untuk merekonstruksi bentuk pesawat ini dalam bentuk illustrasi dengan mengacu arsip arsip yang tertinggal waktu itu. Sayangnya pesawat ini merupakan pesawat Eksperimental dan belum sempat masuk dinas, bisa dibayangkan apabila waktu itu pesawat ini masuk jajaran dinas angkatan udara dan menghadapi musuh bebuyutan nya dari Luftwaffe Jerman.
Uji coba penerbangan K-7 Heavy Bomber pada tanggal 11 agustus 1933, namun sayang pada 21 november 1933 pesawat mengalami kecelakaan di akibatkan oleh kegagalan struktur salah satu bagian ekor nya, kecelakaan waktu itu menewaskan 14 orang dan seorang crew di darat. 2 prototipe telah berhasil di pesan pada tahun 1933, namun karena kecelakaan fatal tersebut, akhirnya pesawat bomber raksasa itu di batalkan produksi nya.
ilustrasi rekonstruksi ( bawah)
gambar diatas merupakan ilustrasi K-7 heavy bomber melawan pesawat yg juga eksperimental Luftwaffe jerman berbentuk piring terbang
gambar diatas merupakan gambar illustrasi versi colorfull dari K-7 heavy bomber
illustrasi suasana kabin yang di desain full glass sehingga crew mendapat panorama terbang yang fantastis ke segala arah.
gambar tampak atas dan samping pesawat K-7. terlihat pesawat sangat besar dan masif.
Spesifikasi teknis pesawat Heavy Bomber K-7
Spesifikasi Teknis nya Sebagai berikut :
* Crew: minimum 11
* Capacity: 120 passengers in civilian configuration
* Length: 28 m (91 ft 10 in)
* Wingspan: 53 m (173 ft 11 in)
* Height: ()
* Wing area: 454 m² (4,886.8 ft²)
* Empty weight: 24,400 kg (53,793 lb)
* Loaded weight: 38,000 kg (83,776 lb)
* Powerplant: 7× Mikulin AM-34F V-12 piston engines, 560 kW (750 hp) each
Performance
* Maximum speed: 225 km/h (121 knots, 140 mph)
* Service ceiling: 4,000 m (13,123 ft)
* Wing loading: 84 kg/m² (17 lb/ft²)
* Power/mass: 103 W/kg (0.06 hp/lb)
By: rifkymedia, di kompilasikan dari berbagai sumber

klik gambar untuk memperbesar

Konspirasi CIA dan Agen Waffen SS NAZI

Dimana pun ada peperangan dimuka bumi ini, disana pula biasanya tersebunyi agenda terselubung yang diatur “pemain balik layar” . di lini depan, pasukan bertempur mati matian sedangkan mereka di belakang layar menangguk uang serta keuntungan dari “pesta peperangan”, yah begitulah, perang adalah sebuah pesta yang menjanjikan kesenangan bagi mereka. Malang memang pasukan yang bertempur tersebut, menyabung nyawa sedangkan para “pemain belakang” tersebut memutar uang di industri peralatan perang musuh ( trading with the enemy), mencari pemerintahan baru , menyelundupkan alat perang, dan masih banyak lagi.

Tak terkecuali perang dunia ke II, perang yang paling besar dalam sejarah umat manusia ini ternyata menyimpan kebusukan para pemain belakang ini. Pertempuran antara sekutu melawan axis ini dijadikan ajang cari untung. Banyak pengusaha AS yang turut serta membantu NAZI dan begitu juga sebaliknya, membangun bisnis patungan, sementara jutaaan praurit kedua belah pihak meregang nyawa di medan perang. Dalam tulisan saya kali ini ingin mengangkat tentang keterlibatan agen agen CIA dan SS dalam perang dunia kedua itu, mungkin dalam kata lain kita sebut persekongkolan atau konspirasi. Tahukah anda kalau agen khusus CIA dan waffen SS yang di ber misi di lapangan ternyata berkospirasi mengamankan bisnis miliaran dollar para pengusaha papan atas kedua negara bertikai? Jawaban nya adalah Ya! Benar, mereka benar melakukan konspirasi dan baru terungkap beberapa tahun lalu yang sontak saja membuat banyak pihak kecewa. Memang hal busuk itu terkuak secara bertahap, diawali dengan mencuatnya bukti bukti keterlibatan tidak langsung Inggris – AS dalam tragedy Holocaust. Di permukaan baik London maupun Washington memang sama sama menentang keras pembantaian (holocaust) yang di agendakan oleh NAZI jerman, namun sebenarnya Inggris maupun Amerika sama sama tidak dengan sungguh sungguh memerangi ideology facist Hitler. Mengapa? Karena banyak pengusaha pengusaha besar AS dan Inggris mempunyai kepentingan dalam Industri Jerman dengan hadirnya ribuan pekerja paksa yang berkontribusi untuk sekutu sendiri, seperti di Auschwitz ada pabrik bom dan kimia serta persenjataan utama milik I.G Farben yang dengan sangat di dukung oleh raja minyak AS Rockefeller, kedua orang ini telah meraup untung begitu besar karena digerakkan oleh pekerja Yahudi yang di tawan NAZI tanpa perlu mengeluarkan upah !

Selain itu ada perusahaan Standard Oil, di lingkup industri vital lainnya di tanam pula uang milik General Motors, IBM, Ford, the Case, National city bank, ITT dan masih banyak lagi perusahaan lain nya yang meraup untung ditengah banjir darah di Eropa. Dan uang yang berhasil berputar dalam industri terkutuk itu adalah sebesar 8 milliar dollar AS. Mungkin benar kata pendiri Ford , Henry Ford, dia pernah berkata bahwa para bankir Yahudi amerika telah menyebabkan perang di Eropa. Dengan fakta seperti ini, betapa malang pasukan pasukan yang bertempur serta para kaum Yahudi yang bekerja paksa serta dibantai, karena semua ini demi keuntungan para miliarder kedua negara bertikai. IG farben dan Standard Oil sama sama merupakan perusahaan industri strategis, IG farben memonopoli industri kimia, film dan farmasi di Jerman. Sementara Standard Oil, di AS merupakan penguasa ladang minyak. Berkat dukungan Rockerfeller , IG Farben menyuplai 85 persen kebutuhan amunisi tentara Jerman selama PD II. Selama perang Rockerfeller dan pengusaha AS lainnya diam diam menanam saham dan membangun usaha patungan di Jerman sejak 1926. Jerman sendiri bagi Rockerfeller ibarat “rumah kedua”, karena kakek moyangnya, yakni Johann Rockerfeller, adalah imigran asal Jerman.

Keterlibatan CIA serta Waffen SS meliputi penjagaan terhadap situs situs industri yang ada di Jerman, karena merupakan sebuah bisnis strategis dan berkeuntungan miliaran dollar milik pengusaha pengusaha kaya seperti Averell Harimman ( raja kereta AS), Fritz Thyssen ( industrialis serta penyokong utama keuangan NAZI) serta banker AS George Herbert Walker dan Prescott Bush. Di lain pihak ada keunikan dengan hadirnya joseph Stalin, seorang komunis yang juga musuh besar utama ideology NAZI ternyata berkerja sama pula mendirikan sebuah kompleks Industri, hanya saja lokasi nya sengaja di buat di Polandia agar terhindar dari campur tangan Hitler dan kroni kroni nya.

Undang undang trading with the enemy act, yang diterbitkan badan legislative AS seolah tak bertaring lagi menghadapi praktik busuk Rockerfeller dkk itu. Boleh jadi karena Rockerfeller memberikan kontribusi berupa menyogok dengan memberi imbalan karet sintesis yang sangat diperlukan oleh kendaraan kendaraan tempur AS. Dengan sogokan ini seolah Undang undang hanyalah kertas kosong berisi bualan bualan sampah yang tak perlu di patuhi, karena semua bisa di atur demi kepentingan beberapa gelintir Pengusaha tamak. Selain itu pihak AS juga tak ingin berurusan panjang dengan Rockefeller sang raja minyak AS yang menguasai banyak tambah minyak di seantero AS, sehingga pemerintah dibuat tak berkutik, benar benar tak berkutik. Dan sangat mustahil bila pemerintah AS tak mengetahui dan memberi ijin berkaitan dengan ekspor barang barang tersebut. Yang menarik, AS dan sekutu nya selalu menjatuhkan bom 14 mil dari komplek pabrik yang ada di Jerman dan sama sekali tak pernah menjamah lokasi Auschwitz. Sebetulnya bila mereka benar ingin membebaskan Eropa, mereka sudah seharusnya menargetkan pemboman terhadap pabrik pabrik di sekitaran Jerman, seperti apa yang mereka lakukan saat melakukan pemboman terhadap pabrik pabrik amunisi dan tank di Jepang. Jadi ada apa? Ya, balik lagi ke soal kepentingan, kekuasaan dan uang ! dan mungkin saja sebelum diadakan sorti pemboman, pihak pengusaha sudah membisiki para ahli strategi untuk “jangan membom pabrik saya” . Fakta konyol lain nya adalah begitu perang usai, CIA langsung berkantor di sebuah pencakar langit mewah milik IG Farben di Frankfurt Jerman !. Fakta demi fakta akhirnya semakin menguatkan tuduhan bahwa Holocaust merupakan sebuah persekongkolan busuk yang sangat jahat yang melibatkan para pengusaha tamak dan juga pejabat pejabat haus kekuasaan.

Pasca perang dunia kedua, konspirasi itu belum juga berhenti, banyak pengungsi Yahudi yang ber migrasi ke Palestina ditembaki ditengah perjalanan oleh kapal kapal perang Inggris dan membiarkan nya terbakar lalu tenggelam, seorang saksi William R. Perl (seorang perwira intelejen AS) ingat betul bagaimana kapal kapal inggris HMS Lorna menembaki kapal tiger hill milik pengungsi Yahudi dan juga agen agen MI-6 Inggris yang menembaki kapal The struma. Apa maksut semua itu? Jikalau mereka berniat menolong mengapa mereka menembaki dan seperti menghalang halangi kepulangan dan seolah ingin menggiring kembali mereka semua ke Eropa dan bisa saja agar sebuah masalah timbul kembali. Belum selesai, setelah perang usai ramai ramai para agen AS, Inggris dan Russia bergentayangan di Jerman mencari para cendikiawan, professor dan juga ilmuwan ilmuwan untuk di bawa pulang ke negara nya masing masing, bukan rahasia lagi, ilmuwan jerman sangat terkenal kepintaran nya dan memiliki penemuan penemuan yang terhitung maju di jaman nya. Banyak dari ilmuwan ilmuwan tersebut memiliki Track record yang buruk sebagai penjahat kemanusian dengan berpartisipasi sebagai dokter yang berpraktek eksperimen kemanusiaan di Auschwitz dan juga ilmuwan peracik bom bom kimia yang digunakan untuk membunuh kaum minoritas incaran NAZI. Dan itu sudah tidak jadi masalah lagi bagi AS dan sekutunya, karena Track record buruk tersebut bisa diputihkan oleh CIA asal mau berkerja sama dengan pemerintah AS dan bila tidak tentunya akan berhadapan dengan mahkamah kejahatan perang yang digelar setelah perang usai yang banyak menghadirkan penjahat penjahat NAZI seperti Heinrich Himmler dan Adolf Eichmann. Hal tersebut segera saja menjadi rebutan antara agen CIA dan agen KGB, hal tersebut sama seperti apa yang dilakukan burung bangkai memperebutkan seonggok daging busuk.

credit to angkasa

Sejarah awal mula penerbangan nasional

Baru sekarang visi itu menjadi kenyataan.Tidak saja ibukota propinsi, tapi juga kota-kota lain di pedalaman sudah tersentuh oleh penerbangan tak langsung dari Jakarta. Ini berkat upaya yang dirintis Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) pada rnasa perjuangan yang kini buahnya dapat dinikmati bangsa Indonesia, Perintisan penerbangan sipil Nasional, sejarah mencatat bukan terjadi di Indonesia, justru di luar negeri. Negara dimaksud adalah Burma,sekarang bernama Myanmar. Hari itu, 26 Januari 1949, pesawat Indonesian Airways, maskapai penerbangan Indonesia pertama, lepas landas dari Calcutta (India) menuju Rangoon (Burma) untuk melayani pe­nerbangan carterdan regulerdi Myanmar. Modal utama perintisan berupa pesawat DC-3 versi militer C-47 Dakota, hadiah rakyat Aceh kepada pemerintah. Oleh Direktorat Penerbangan Sipil AURI diberi nomor registrasi RI-001 dan diberi nama “Seulawah” yang berarti “gunung emas”. Penamaan ini sebagai penghargaan kepada rakyat Aceh yang menghimpun dana untuk membeli pesawat. Dengan telah memiliki sebuah pesawat angkut RI-001 Seulawah, AURI mulai membukajaringan perhubungan udara antaraYogyakarta-Sumatera hingga ke luar negeri. Sebelum Pangkalan Udara Maguwo (sekarang Adi Sucipto) diserang pesawat dan pasukan payung kemudian diduduki Belanda 19 Desember 1948, RI-001 sudah mendapat izin resmi mendarat di sejumlah negara sahabat. Yaitu Filipina dengan restriksi, Burma, India dan Pakistan. Bahkan mendapat izin mendarat pula di Afghanistan, negara-negara Arab dan Australia dengan restriksi, namun belum sempat digunakan. Pesawat Dakota yang dibeli seharga 138.000 Strait dollar (mata uang Malaya) waktu itu, yang saksi pembeliannya berlangsung di Rangoon oleh Opsir Udara III Wiweko Soepono (kemudian menjadi Direktur Utama Garuda Indonesian Airways di pengujung dekade 1960). la diutus KASAU Suryadarma untuk itu. Pesawat tiba di Tanah air akhir Oktober 1948 dan ditempatkan diPangkalan Udara Maguwo, Yogyakarta.

Tercatat pada awal penerbangannya di Indonesia 16 November 1948, RI-001 diterbangkan ke Sumatera hingga ke Rangoon kemudian kembali ke Maguwo. Dua hari kemudian, 18 November hingga 26 November, dengan RI-001, Wakil Presiden Drs. Mohammad Hatta mengadakan perjalanan keliling Sumatera. Rute yang ditempuh dari Yogyakarta, Jambi, Payakumbuh, Kutaraja dan kembali ke Maguwo lewat Payakumbuh. Waktu itu Wakil Presiden hanya sampai Payakumbuh saja, sedang RI-001 melanjutkan penerbanganke Kutaraja Aceh untuk diperlihatkan langsung kepada masyarakat Aceh sebagai penyumbang. Pesawat disambut meriah oleh masyarakat. Kemudian sejumlah pemuka masyarakat Aceh joy flight dengan “Seulawah”. Dalam log book-nya tercatat pada 29 November pesawat digunakan untuk pemotretan udara Gunung Merapi yang tengah menunjukkan tanda-tanda akan memuntahkan laharnya.Tanggal 1 Desember, “Seulawah” lepas landas dari Maguwo menuju Pangkalan Udara Piobang Payakumbuh, membawa sejumlah pegawai pemerintah dan anggota AURI untuk memperkuat pemerintahan dan perjuangan di Sumatera.

Menjelang 100 jam terbangnya, RI-001 pada 4 Desember dari Payakumbuh melanjutkan penerbangan ke Kutaraja. Setelah menambah 1 awak, pesawat meneruskan penerbangan pada 6 Desember ke Calcutta, India untuk menjalani perawatan periodik 100 jam dan memasang long range tank. Sewaktu menjalani pe­rawatan periodik inilah, terjadi serangan Belanda di Maguwo. Dakota RI-001 mau tidak mau tidak dapat kembali ke Tanah Air dan tertahan di Calcutta. Biaya bagi awaknya terus bergulir disamping kewajiban melunasi pembayaran pembelian pesawat C-47 “Seulawah.” Pesawat baru dibayar separuh sebab dana yang diterima Wiweko Soepono dari Moetalib, pengusaha merangkap perantara pencairan dana wesel Strait dollar 120.000 dari Residen Aceh, hanya separuh. Yaitu 60.000 Strait dollar digiinakan untuk membayar kapal. Dua alternatif muncul di benak Wiweko untuk melunasi pembelian pesawat. Pertama mendirikan perusahaan penerbangan atau menjual kembali pesawat. Hasil penjualan dipakai untuk melunasi pembayaran C-47. Siasanya digunakan untuk membiayai pendidikan calon penerbang AURI di India. Akhimya pelunasan pembelian pesawat dapat diselesaikan pada 21 Januari 1949. Ke-kurangannya sementara ditutup oleh Perwakilan Rl di India, namun bersifat pinjaman dan harus dikembalikan.

Untuk mengembalikan dana pinjaman tidak ada alternatif lain kecuali mendirikan perusahaan penerbangan. Wiweko menyampaikan gagasannya kepada Opsir Udara III Soedaryono yang memimpin 20 kadet calon penerbang AURI di India dan Opsir Udara III SoetardjoSigitsebagai kopilot pesawat RI-001. Ide ini mendapat dukungan dari Kepala Perwakilan Rl di India, Dr. Soedarsono. Sejak itulah dirintis pendirian maskapai penerbangan nasional Rl di India. Sayang, permohonan tidak dapat dipenuhi Pemerintah India, karena disana telah berdiri dan beroperasi perusahaan penerbangan Indian National Airways.Kesempatan itu datang dari Burma setelah rencana tersebut disampaikan kepada Maryunani, KepalaPerwakilan Rli di Burma. Pemerintah Burma yang sedang butuh jasa angkutan udara untuk menghadapi pemberontakan dalam negeri, memberikan izin pendirian dan pengoperasian penerbangan. Izin keluar bertepatan Dakota RI-001 selesai menjalani perawatan di Calcutta pada 20 Januari 1949. Enam hari kemudian, 26 Januari, dengan badan pesawat bertuliskan Indonesian Airways, RI-001 “Seulawah” diawaki J.H. Maupin (Captain Pilot), Kopilot Soetardjo Sigit dan Soedaryono, Radio Operator Soemarno dan Engineer Ceasselberry dan Wiweko sebagai General Manager, lepas landas dari Calcutta menuju Rangoon, Burma.

Pada hari itu Indonesian Airways membuka lembar pertama sejarah penerbangan sipil Indonesia, meski di luar negeri. Di Burma kala itu beroperasi Union of Burma Airways, Phlippines Airways dan Siamese Airways. Tetapi tidak berani mengambil risiko melakukan penerbangan untuk kepentingan militer Burma. Hanya Indonesian Airways secara spontan berani menerima tugas tersebut, meski harus menghadapi risiko penerbangan sangat berbahaya dan bahkan bisa fatal.Soetardjo Sigit dan Soedaryono masing-masing merangkap Manajer Operasi dan Manajer Administrasi, sedang Soemarno Kepala Komunikasi dalam susunan manajemen Indonesian Airways. Kantor sementara di 30 Thamwe Road, merupakan rumah tinggal Maryunani sekaligus bagi Wiweko, Soedaryono, Soetadjo Sigit dan Soemarno.Dari hasil penerbangannya Indonesian Airways berhasil melunasi pinjaman Perwakilan Rl di India untuk pembelian pesawat RI-001. “tidak saja ini.pendapatan nya bisa disisihkan untuk membantu dana bagi Perwakilan Rl di India dan Burma, membiayai 20 kadet AURI yang sedang belajar terbang di India dan dua anggota AURI yang bertugas belajardi FEATI Filipina, antara lain Nurtanio.

Image and video hosting by TinyPic

Armadanya kemudian berkembang menjadi tiga Dakota. RI-007 (disumbangkan kepada pemerintah Burma sebagai tanda terima kasih pemerintah dan rakyat Indonesia dan RI-001 indonesian Airways dipanggil kembali ke Tanah Air Agustus 1950) dan RI-009 yang memungkinkan Indonesian Airways menyinggahi semua lapangan udara di Burma. Baru setelah pemberontakan berhasil diatasi pemerintah Burma, Indonesian Airways diberi kesempatan melakukan penerbangan komersial biasa dan mendapat tempat mendalam di hati rakyat Burma. Dalam kiprah penerbangan komersial di Burma ersebut, sempat RI-001 berhasil menerobos barikade udara Belanda, terbang dari Mingladon ke Blang Bintang, Aceh. Operasi penerbangan bantuan senjata, amunisi dan peralatan komunikasi . 8 juni1948 tersebut langsung dipimpin Wiweko, dengan Captain Pilot J.H. Maupin, Kopilot Kadet udara Boediarto Iskak, flight operator Soemarno dan engineer Casselberry. Pendaratan malam hari menerobos blokade udara Belanda di Blang Bintang dibantu lampu-lampu mobil yang dinyalakan pada sisi kanan dan kiri landasan. Setelah mendarat RI-001 langsung disembunyikan di bawah pohon karet dan segera barang yang di diturunkan. Berupa 150 senjata laras panjang, enam senapan mesin buatan Inggris termasuk laras cadangannya, sejumlah amunisi, peralatan radio komunikasi dan transmisi serta obat-obatan. Begitu fajar menyingsing di ufuk timur, pesawat telah lepas landas kembali menuju Mingladon Airport, Burma. Pesawat pemburu Belanda baru mengudara setelah matahari mulai bersinar di pagi hari dan menghujani pelurunyadi Pangkalan Blang Bintang.

Sejarah mencatat pada waktu Pemerintah Rl tengah mempersiapkan delegasi ke Konferensi MejaBundar (KMB) di Den Haag, Belanda, Wiweko mengusulkan kepada Ir. Djuanda melalui suratnya kepada KSAU Suryadarma dari Rangoon 25 Juli 1949, agar delegasi Indonesia juga membela Indonesian Airways. Ditulis Wiweko, “… yang perlu diperhatikan, Indonesian Airways harus mempunyai kemerdekaan melakukan inter-nasional dan internal flight atau penerbangan domestik.” Hal itu diusulkan sebab dia memperoleh informasi bahwa Djuanda hanya memperjuangkan untuk internal flights. Hal ini mungkin karena ketidaktahuan bahwa Indonesian Airways telah melakukan beberapa kali penerbangan internasional. Diantaranya Rangoon-New Delhi-Rangoon dua kali. Rangoon-Hongkong-Rangoon, termasuk untuk mengambil dua mesin cadangan pesawat. Salah satu kententuan dalam Perjanjian KMB, disepakati perusahaan penerbangan Belanda, KLM Interinsulair terus melaksanakan penerbangan sipil di Indonesia dalam bentuk perusahaan patungan RIS (Republik Indonesia Serikat) dengan KLM (Belanda). Disepakati pula bahwa seluruh personel manajemen berasal dari KLM, suatu keputusan politik penerbangan yang bertentangan dengan konsep kedaulatan udara yang diusulkan. Sebab diyakini bahwa perhubungan udara yang diselenggarakan perusahaan patungan RIS-KLM tidak akan mampu dan bersedia memenuhi kebutuhan angkutan udara di seluruh wilayah Indonesia yang sangat luas. Dari sinilah lahir saran membentuk Dinas Angkutan Udara Militer (DAUM), sekaligus menyiapkan suatu kemampuan agar sewaktu-waktu dapat mengambil alih penyelenggaraaan perhubungan udara nasional.

Image and video hosting by TinyPic

Sejarah mencatat pula, perusahaan patungan itu bernama N.V. Garuda Indonesian Airways yang akan mengambil oper penerbangan interinsulair dari KLM. Tanggal 28 Desember 1949, sehari setelah pengakuan kedaulatan oleh Belanda atas Republik Indonesia, dua pesawat DC-3 Dakota bertolak dari Bandara Kemayoran menuju Yogyakarta.Salah satu pesawat dengan registrasi PK-DPD berlogo “Garuda Indonesian Airways”, ditumpangi Presiden Soekarno dalam perjalanan pindah dari ibukota Rl lama Yogyakarta ke ibukota baru Jakarta pada hari itu. Bung Karno-lah yang memberi kata “Garuda” pada nama perusahaan tersebut karena tahu sudah ada Indonesian Airways. Meski sudah beroperasi sejak 28 Desember 1949, baru 31 Maret 1950 perusahaan pe­nerbangan tersebut diresmikan sebagai Garuda Indonesian Airways IW secara de jure sesuai pengumuman berita negara RIS menurut pasal 38 Kitab udang-undang Perniagaan. Indonesian Airways sendiri menurut catatan sejarah ditutup Maret 1950. Secara bertahap, seluruh awak pesawat dan awakdaratnyadialihkan ke DAUM. Pesawat RI-001 “Seulawah” yang terakhir meninggalkan Rangoon, tiba di Andir (sekarang Husein Sastranegara), Bandung pada 2 Agustus 1950. Kepada Angkasa, Wiweko Soepono mengomentari masalah hari lahirnya Garuda, menjelaskan, “Boleh pilih 31 Maret 1950, yakni berdirinya Garuda Indonesian Airways sebagai warisan penjajah Belanda, atau 26 Januari 1949, Indonesian Airways sebagai perusahaan Indonesia murni, hasil perjuangan bangsa dan rakyat Indonesia, terbang perdana Calcutta-Rangoon. Itulah penerbangan komersial pertama pesawat Republik Indonesia.”

(sumber majalah Angkasa dan buku “Dari Blitar ke Kelas Dunia”. Wiweko Soepono Membangun Penerbangan Indonesia)

Fakta fakta unik dibalik perang salib (crusader)

Label:
1. Richard the Lion heart, yang terkenal sebagai Raja Inggris, dan konyolnya beliau tidak bisa bahasa inggris. Karena sejak kecil dia selalu berada di Prancis. Dia cuma numpang lahir di Inggris. Bahkan konon, beliau lebih mahir bahasa Arab daripada bahasa Inggris.
2. Raja Richard berada di Inggris dalam masa pemerintahannya hanya selama 11 bulan. Permaisurinya, Queen Berengaria of Navarre, malah tidak pernah ke Inggris sama sekali. Oleh karena itu Richard juga dikenal sebagai ” The Absent King
3. Saking tidak percayanya dengan motivasi rekannya sesama ekspedisi perang salib, Raja Richard pernah mengatakan : “Saya lebih rela Yerusalem dipimpin oleh seorang Muslim yang bijak dan berjiwa ksatria daripada kota suci itu jatuh ketangan para baron Eropa yang hanya mengejar kekayaan pribadi “

4. Pada suatu peristiwa di pertempuran di Jaffa, ketika pasukan kavaleri Tentara Salib merasakan kelelahan, Richard sendiri memimpin pasukan tombak melawan kaum muslim. Saladin nyaris berada di sisinya dengan penuh kekaguman. Saat dia melihat kuda Richard terjatuh di bawahnya, seketika Sultan mengirimkan tukang kudanya ke medan pertempuran dengan dua ekor kuda yang masih segar untuk Raja Inggris yang berani itu.

5. Ada juga cerita mengenai Richard yang memasuki Yerusalem dengan menyamar dan makan malam bersama Saladin : mereka benar-benar saling bersikap ramah. Dalam rangkaian perbincangan, Richard bertanya kepada Sultan tentang bagaimana pandangannya mengenai Raja Inggris. Saladin menjawab bahwa Richard lebih mengunggulinya dalam sifat keberaniannya sebagai seorang ksatria, tapi kadang-kadang dia cenderung menyia-nyiakan sifatnya ini dengan terlalu gegabah dalam pertempuran. Sedangkan menurutnya Richard, Saladin terlalu moderat dalam memperkuat nilai-nilai keksatriaan, bahkan dalam pertempuran

6. Ketika ada salah satu panglima perang saladin memberontak, Richard membunuhnya dan menyerahkan kepalanya pada saladin serta berkata, “Aku tidak ingin orang ini mengacaukan “permainan” kecil kita”. Dan keesokan harinya mereka bertempur sengit.

7. Pernah dalam suatu pertempuran, Richard melihat bahwa pedang saladin tumpul dan dia menghentikan perang hari itu untuk memberikan kesempatan agar saladin mengasahnya

8. Suatu hari, Richard sakit keras. Mendengar kabar itu, Shalahuddin mengirimkan dokter terbaiknya untuk mengobati Richard. Kapan lagi kita bisa mendapatkan pemimpin kaum muslim yang memiliki akhlak seperti Salahuddin?

9. Orang Eropa pada awalnya menyebut orang Muslim sebagai Barbarian, tetapi akibat kontak yang intensif dari perang salib, Lambat laun mereka menyadari bahwa yang barbar sesungguhnya adalah mereka. Jika ditilik dari tingginya peradaban budaya dan ilmu kaum muslimin saat itu.

10. Menurut catatan sejarah, pada saat perang salib, semua wanita dan pelacur di usir keluar dari kamp crusaders. Seluruh crusaders harus suci secara jasmaniah, bebas dari nafsu. Tapi ada satu grup wanita yg bebas keluar masuk camp crusaders yaitu tukang cuci baju. Bahkan kalau satu grup tukang cuci mau bepergian antar kota, mereka dijaga oleh sepasukan knight, dan dibuntuti pasukan infantri. Kalau iring-iringan ini diserang, keselamatan para tukang cuci ini no.1. Waktu ditawan pasukan muslim, para tukang cuci ini lebih dihormati daripada prajurit biasa. Sampai-sampai Richard The Lion Heart juga rela membayar ransum buat para tukang cuci itu

11. Ketika Frederick Barbarossa (kakek kaisar Frederik II) meninggal pada ekspedisi perang salib III, banyak ksatrianya yang menganggap bahwa ini adalah kehendak Tuhan dan banyak yang bergabung dengan kaum muslim. Lalu yang tersisa membawa jasad Barbarossa menuju ke yerusalem dengan anggapan nanti Barbarosa akan terlahir kembali.

12. Frederick II Kaisar Jerman, punya hubungan khusus dengan Sultan Malik dari Mesir di perang salib V. Beliau merasa di jaman itu (jaman dark ages), satu-satunya yang sebanding dengan dia di masalah budaya dan personality adalah pangeran-pangeran dari kerajaan muslim. Oleh karena itu gaya hidupnya agak nyentrik (dia berpoligami, padahal seorang Katolik tidak demikian).

13. Waktu terpaksa harus berpartisipasi dalam perang salib, Frederick II berhasil merebut Jerusalem, Betlehem dan Nazareth tanpa meneteskan setitik darahpun. Walaupun sebenernya dia cuma menyewa ke 3 kota tersebut dari sahabatnya si sultan Malik dari Mesir

14. Pernah ada kejadian Frederick II memukul pendeta yang masuk ke dalam masjid dan memperingatkan agar jangan melakukan hal itu lagi. Sedangkan al-Malik pernah dinasehati oleh Knight Templar agar membunuh Frederick II pada saat pengawalannya sedang longgar. Mengetahui hal tersebut, al-Malik segera menyuruh Frederick II agar segera pergi dari situ karena keadaannya ‘berbahaya’.

15. Kekalahan pasukan Arab lebih sering karena mereka terpancing melakukan serangan terbuka melawan kavaleri berat Eropa. Dimana disiplin serta pengalaman tempur sukarelawan Jihad kalah jauh dari satuan tempur veteran Eropa khususnya ordo-ordo militer seperti Templar, Hospitallers dan Teutonic Knight.

16. Kekalahan pihak Eropa umumnya akibat dari insubordinasi alias kurang kuatnya komando tunggal dalam kesatuan tentara yang terdiri dari elemen-elemen berbeda dari para baron dan ordo militer yang sebenarnya saling tidak suka satu sama lainnya. Selain itu dalam beberapa kekalahan, para tentara bayaran ( mercenary ) dan sukarelawan Eropa seringkali terlalu cepat meninggalkan barisannya untuk menjarah kota-kota Islam yang hampir ditaklukannya. Hal itu membuat pasukan Islam yg sebenarnya sudah terpojok bisa melakukan counter-attack

17. Pasukan turki khwaraziman yang menyerang jerusalem tahun 1244 waktu itu dikontrol oleh keturunan genghis khan, Eljigidei. Yang lucu dari pasukan ini adalah pasukannya mayoritas beragama Buddha bahkan komandan Hulegu khan juga seorang Buddhis.

18. Sebenarnya pengiriman para Crusader salah alamat, kaum Turki Seljuk yang banyak mengganggu ziarah kaum kristiani ke Yerusalem sudah diusir oleh khalifah Mesir. Akan tetapi lamanya perjalanan serta miskinnya informasi membuat pemimpin Crusader tidak mendengar pergantian kekuasaan di Yerusalem.

19. Divisi elit pasukan berkuda Cossack di Rusia dan Musketer berkuda di Prancis karena terinspirasi suksesnya pasukan berkuda pemanah bangsa Arab. Pasukan berkuda bukan hanya sebagai pasukan sayab tapi menjadi pasukan khusus

20. Membangun sepasukan knights memakan biaya yang sangat besar. Seorang raja sekalipun di abad pertengahan paling hanya memiliki sekitar 100 – 300 Full Knight dengan Heavy Horse yang berdinas dibawah komandonya secara full – time. Biasanya para raja akan mengumpulkan seluruh Knight yang berada di bawah para duke dan baronnya apabila menghadapi pertempuran besar.

21. Para Knights umumnya adalah anak para ningrat yang tidak memiliki hak waris. Di masa itu seperti juga para bangsawan dimana saja, kekayaan dan kekuasaan sang ayah hanya diwarisi oleh putra sulungnya, kecuali tingkat raja atau baron kaya dimana putra ke dua hingga ke 3 masih mungkin mewarisi satu county atau estate dengan kastil kecil. Putra-putra yang tidak atau merasa kurang memiliki kekayaan biasanya sejak remaja mengasah diri dengan ketrampilan perang. Mereka kemudian pada usia tertentu (15-16 tahun ) di inagurasi menjadi knight oleh raja atau baron tempat dia mengabdi.

22. Ada sebuah aturan yang tidak pernah dilanggar oleh kedua belah pihak sewaktu perang salib. Yaitu Fakta Nobility atau Hukum Chivalry yang berlaku di abad pertengahan bahwa raja tidak boleh membunuh sesama raja. Khususnya apabila tertawan. Salah satu kode etik knights dan para noble adalah mereka pantang membunuh keluarga atau orang2 dari keturunan ningrat yang menyerah/tertawan dalam pertempuran. Akan tetapi khusus buat religius-military Order spt Templar, Hospitaller dan Teutonic dalam perang Salib, peraturan itu tidak berlaku terhadap para noble/ningrat Muslim. Kecuali dalam kondisi khusus atau mendapat spesial order dari pemimpin Crusader yang mendapat mandat langsung dari Paus. Dalam tradisi Arab sendiri, seorang raja pantang membunuh sesama raja. Hal itu yang diterapkan Saladin ketika dia tidak membunuh Guy of Lusignan, raja kerajaan Latin di Yerusalem ketika berhasil memenangkan pertempuran Hattin

23. Saladin pernah melanggar etika dan hukum perang Islam yg selalu dia junjung tinggi ketika dia mengeksekusi semua tawanan Ksatria Templar dan Hospitaller ketika dia memenangkan pertempuran Hattin. Sementara Richard The Lion Heart juga pernah melanggar kode etik Chivalry serta etika Noble-nya saat dia mengeksekusi 2000 serdadu Saladin yang tertawan di depan gerbang Acre/Akko

24. Kalau selama ini kita mendengar bahwa Saladin itu komandan yg santun, maka salah satu panglima mamluk yaitu Baybar adalah komandan yang garang. Tidak kalah garangnya dalam soal bunuh-membunuh seperti crusaders. Kalau crusaders dibawah pimpinan Richard pernah menghukum mati seluruh tawanan muslim di Aacre, pasukan Baybar juga membunuh semua orang kristen di Acre, termasuk pendeta dan perempuan. bahkan dia berkirim surat ke komandan crusaders untuk menceritakan detil pembantaian di dalam suratnya. Baybar bahkan sampai membuat lingkungan acre jadi gurun agar di masa depan sulit untuk jadi pangkalan crusaders lagi.

25. Saat pengepungan kota Acre, Baybars menggunakan siege weaponnya selain sebagai senjata penghancur berat jarak jauh, juga sebagai senjata psikologi dan biologi. Senjata katapel-nya tidak hanya melontarkan batu ke arah kota, tapi juga mayat pasukan musuh, tawanan anak-anak yang masih hidup serta bangkai binatang spt kuda, unta dll. Di abad pertengahan hal itu kerap disebut sbg ‘humor pasukan artileri’. Namun Baybars melakukannya lebih intensif dan mengerikan.

26. Akibat dihinggapi penyakit wahn (cinta dunia dan takut mati). Maka.Shalahuddin lantas menggagas sebuah festival yang diberi nama peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tujuannya untuk menumbuhkan dan membangkitkan spirit perjuangan. Di festival ini dikaji habis-habisan sirah nabawiyah (sejarah nabi) dan atsar (perkataan) sahabat, terutama yang berkaitan dengan nilai-nilai jihad. Festival ini berlangsung dua bulan berturut-turut. Hasilnya luar biasa. Banyak pemuda Muslim yang mendaftar untuk berjihad membebaskan Palestina. Mereka pun siap mengikuti pendidikan kemiliteran.

Letusan Vesuvius ( Vesuvius Eruption)

Label:
Vesuvius Gunung Vesuvius (bahasa Italia: Monte Vesuvio) , tanggal 25 Agustus 79 SM (2000 tahun lalu) mengejutkan dunia dengan letusan nya yang akan dikenang dalam sejarah, berada pada bagian timur Napoli Italia (40° 45′ 2″ LU, 14° 29′ 23″ BT ). Letusannya sendiri telah menghancurkan dan mengubur kota Pompeii setinggi 5-6 meter dengan abu abu vulkanik dan lahar panas hingga ditemukan kembali pada abad 18. Saat di temukan kota Pompeii relatif utuh dan juga ditemukan mayat mayat manusia yang berupa kerangka dan juga yang relatif utuh dibalut abu vulkanik sehingga masih terlihat bentuknya.
Ledakan tersebut memakan korban jiwa yang begitu besar dan cerita mengenai ledakan Vesuvius ini diabadikan oleh Pliny,Jr (keponakan salah satu perwira angkatan laut romawi waktu itu). Tulisan mengenai kesaksian Pliny tersebut sempat di perdebatkan oleh para ahli karena meragukan gambaran ledakan yang di tulis dalam bukunya, namun pada akhirnya para ilmuwan merehabilitasi namanya karena di anggap ledakan seperti itu benar – benar bisa terjadi (yang kemudian dinamakan Pliny Eruption).
Kota Pompeii sendiri merupakan sebuah kota dalam kekuasaan kerajaan Romawi, dibangun dengan Arsitektur yang mengagumkan serta telah meletakkan dasar dasar perkotaan dengan baik, seperti peletakkan bangunan lebih tinggi 20-30 cm dari tanah datar dan juga jalan jalan lebar serta tersedianya saluran air (riol). Dan adanya batu pijakan pada perempatan jalan sehingga orang yang melintasi saat hujan tidak basah jubahnya. Orang orang saat itu menggunakan keledai dan kereta kuda sebagai alat transportasi dalam kota nya. Kehidupan di Pompeii waktu itu konon menurut sebuah sumber menyimpan kehidupan kamaksiatan sehingga Tuhan mengazabkan letusan tersebut untuk menghilangkan kota itu, waalahuallam bishowab (bukti berupa mayat mayat beku yang sedang melakukan persetubuhan secara bebas bahkan sejenis atau homoseksual banyak ditemukan di daerah penggalian, serta banyaknya tempat tempat pelacuran). Sebuah bisnis disana cenderung aneh, yaitu bisnis memperjual belikan air urin untuk di jual dan di beli oleh pengusaha pengusaha Laundry sebagai bahan pencuci pakaian ( konon asam dalam urin menghilangkan lemak pada pakaian ) ini dibuktikan di temukannya beberapa laundry besar dan bak bak pencucian besar, uniknya pekerjaan mencuci ini di lakukan oleh budak budak yang pada jaman tersebut di perjual belikan.
Ledakan Vesuvius sendiri di buka dengan mengepul nya asap yang membumbung tinggi yang kemudian di ikuti oleh hujan batu apung yang menghujani kota Pompeii, batu batu apung ini membuat dinding dan atap rumah rumah jebol karena kelebihan beban. Gempa gempa kecil juga sempat menggoyang kota itu akibat dari aktivitas magma yang berlebihan di bawah kerak bumi. Dan beberapa jam kemudian gas gas beracun memenuhi kota dan membuat penduduk nya meregang nyawa. Tahapan tahapan tersebut cukup membuat rakyat pompeii seakan dibuat mati secara perlahan lahan dan tanpa bisa menyelamatkan diri. Aliran Piroklastik menjadi penutup dari tahapan tahapan tersebut. Banyak mayat yang ditemukan dalam keadaan kerangka kepala terpecah dikarenakan panas yang berlebihan, jadi bisa di bayangkan keadaan waktu letusan terjadi. Piroklastik sendiri merupakan salah satu hasil letusan gunung berapi yang bergerak dengan cepat dan terdiri dari gas panas, abu vulkanik, dan bebatuan (diketahui sebagai tefra). Aliran ini dapat bergerak dari gunung berapi dengan kecepatan 700 km/h. Gas dapat mencapai temperatur diatas 1000 derajat Celsius.
Image and video hosting by TinyPic
Vesuvius merupakan sebuah letusan yang konon terbesar dalam sejarah, namun beberapa mengatakan kalau letusan Tambora (Dompu,sumbawa, Indonesia) pada tahun 1815 yang suara ledakan nya terdengar sampai beribu ribu mil dan awan yang mengepul membumbung setinggi Stratosfer pada level 43 Km! Ledakan ini membuat Eropa dan Amerika mengalami gelap karena sinar matahari terhalang abu vulkan yang telah mengorbit bumi dan menimbukan efek fantastis berupa warna kemerahan pada saat sore hari. Bahkan di eropa terjadi gagal panen akibat letusan Tambora tersebut. Mungkin dilain tulisan akan saya angkat mengenai Letusan Tambora ini. So..jangan lupa kembali ke Blog saya ini.
Image and video hosting by TinyPic

Pembangunan Menara Eiffel Prancis

Label:
Menara Eiffel sebetulnya dibangun sebagai gerbang l’Exposition Universelle 1889, sebuah World’s Fair yang bertepatan dengan 100 tahun Revolusi Perancis. Meskipun kecaman dan protes yang keras dari penduduk Paris dan kalangan intelektual proses pembangunan Menara Eiffel tetap dilakukan mulai dari 1887 hingga 1889.Menara ini diresmikan 31 Maret 1889 dengan bendera berkibar di puncaknya. dan dibuka untuk umum pada 6 Mei pada tahun yang sama.Biro perencana Eiffel membuat 5 300 gambar detail dari 18 000 potong bagian berbeda.Besi baja dikaitkan dalam bentuk persilangan dari 18.038 biji yang diperkuat dengan 2.500.000 pakuKerangka karya Tuan Gustave Eiffel ini tahan angin, walaupun bahannya dari besi dan berat menara hanya 7.300 ton.
Tinggi menara Eiffel dari tanah sampai tiang bendera mencapai 312.27 meter pada tahun 1889, sekarang 324 meter dengan antenanya. Saat ini, berbagai perusahaan televisi Perancis memasang antena mereka di puncak Menara Eiffel.Angin dapat menyebabkan menara ini bergoyang sebanyak 6-7 cm dan panas dapat menyebabkan puncak menara menjauh hingga 18 cm dari matahari. Menara Eiffel ini sendiri sempat memegang rekor bangunan tertinggi selama 40 tahun.Dimiliki oleh Pemerintah Daerah Paris dan dikelola oleh perusahaan swasta, “Société Nouvelle de l’Exploitation de la Tour Eiffel”, kerangka besi ini direnovasi setiap 7 tahun sekali dan dicat dengan 50 ton cat. Renovasinya digarap olah pekerja yang manguasai olah raga alpinis dan akrobatis.
Pembangunan: Tahun 28 Januari 1887 – 30 Maret 1889 (2 tahun, 2 bulan, 5 hari). Yang membangun: Gustave Alexandre Eiffel. Arsitek: Charles Leon Stephen Sauvestre. Biaya: 7.400.000 Frances. Bahan bangunan: Menara terbuat dari besi tempa.Pondasi terbuat dari beton bertulang. Tinggi: 300,65 m (tanpa antena), 324 m(dengan antena). Panggung 1: Tinggi 57,63 m, luas permukaan dasar 4.200 m2. Panggung 2: Tinggi 115,73 m, luas permukaan dasar 1.400 m2. Panggung 3: Tinggi 276,13 m, luas permukaan dasar 350 m2.Berat: 7.000 ton. Lift (elevator): Pada tahun 1889 dilengkapi dengan elevator (lift).Jumlah tangga: 1710 langkah (step). Lokasi: Paris, Perancis. Cetak Halaman Ini

Pembangunan Menara Eiffel Prancis

Label:
Menara Eiffel sebetulnya dibangun sebagai gerbang l’Exposition Universelle 1889, sebuah World’s Fair yang bertepatan dengan 100 tahun Revolusi Perancis. Meskipun kecaman dan protes yang keras dari penduduk Paris dan kalangan intelektual proses pembangunan Menara Eiffel tetap dilakukan mulai dari 1887 hingga 1889.Menara ini diresmikan 31 Maret 1889 dengan bendera berkibar di puncaknya. dan dibuka untuk umum pada 6 Mei pada tahun yang sama.Biro perencana Eiffel membuat 5 300 gambar detail dari 18 000 potong bagian berbeda.Besi baja dikaitkan dalam bentuk persilangan dari 18.038 biji yang diperkuat dengan 2.500.000 pakuKerangka karya Tuan Gustave Eiffel ini tahan angin, walaupun bahannya dari besi dan berat menara hanya 7.300 ton.
Tinggi menara Eiffel dari tanah sampai tiang bendera mencapai 312.27 meter pada tahun 1889, sekarang 324 meter dengan antenanya. Saat ini, berbagai perusahaan televisi Perancis memasang antena mereka di puncak Menara Eiffel.Angin dapat menyebabkan menara ini bergoyang sebanyak 6-7 cm dan panas dapat menyebabkan puncak menara menjauh hingga 18 cm dari matahari. Menara Eiffel ini sendiri sempat memegang rekor bangunan tertinggi selama 40 tahun.Dimiliki oleh Pemerintah Daerah Paris dan dikelola oleh perusahaan swasta, “Société Nouvelle de l’Exploitation de la Tour Eiffel”, kerangka besi ini direnovasi setiap 7 tahun sekali dan dicat dengan 50 ton cat. Renovasinya digarap olah pekerja yang manguasai olah raga alpinis dan akrobatis.
Pembangunan: Tahun 28 Januari 1887 – 30 Maret 1889 (2 tahun, 2 bulan, 5 hari). Yang membangun: Gustave Alexandre Eiffel. Arsitek: Charles Leon Stephen Sauvestre. Biaya: 7.400.000 Frances. Bahan bangunan: Menara terbuat dari besi tempa.Pondasi terbuat dari beton bertulang. Tinggi: 300,65 m (tanpa antena), 324 m(dengan antena). Panggung 1: Tinggi 57,63 m, luas permukaan dasar 4.200 m2. Panggung 2: Tinggi 115,73 m, luas permukaan dasar 1.400 m2. Panggung 3: Tinggi 276,13 m, luas permukaan dasar 350 m2.Berat: 7.000 ton. Lift (elevator): Pada tahun 1889 dilengkapi dengan elevator (lift).Jumlah tangga: 1710 langkah (step). Lokasi: Paris, Perancis. Cetak Halaman Ini

Misteri Segitiga bermuda

Bagi Anda yang gemar kisah misteri, pasti mengenal Segitiga Bermuda, wilayah laut di selatan Amerika Serikat dengan titik sudut Miami (di Florida), Puerto Rico (Jamaica), dan Bermuda ini, telah berabad-abad menyimpan kisah yang tak terpecahkan.
Misteri demi misteri bahkan telah dicatat oleh pengelana samudera macam Christopher Columbus.Sekitar 1492, ketika dirinya akan mengakhiri perjalanan jauhnya menuju dunia barunya, Amerika, Columbus sempat menyaksikan fenomena aneh di wilayah ini. Di tengah suasana laut yang terasa aneh, jarum kompas di kapalnya beberapa kali berubah-ubah. Padahal cuaca saat itu begitu baik. Lebih dari itu, tak jauh dari kapal, pada suatu malam tiba-tiba para awaknya dikejutkan dengan munculnya bola-bola api yang terjun begitu saja ke dalam laut. Mereka juga menyaksikan lintasan cahaya dari arah ufuk yang kemudian menghilang begitu saja.Begitulah Segitiga Bermuda. Di wilayah ini, indera keenam memang seperti dihantui “suasana” yang tak biasa. Namun begitu rombongan Columbus masih terbilang beruntung, karena hanya disuguhi “pertunjukkan”. Lain dengan pelintas-pelintas yang lain. Menurut catatan kebaharian, peristiwa terbesar yang pernah terjadi di wilayah ini adalah lenyapnya sebuah kapal berbendera Inggris, Atalanta, pada 1880. Tanpa jejak secuilpun, kapal yang ditumpangi tiga ratus kadet dan perwira AL Inggris itu raib di sana. Selain Atalanta, Segitiga Bermuda juga telah menelan ratusan kapal lainnya. Di lain kisah, Segitiga Bermuda juga telah membungkam puluhan pesawat yang melintasinya. Peristiwa terbesar yang kemudian terkuak sekitar 1990 lalu adalah raibnya iring-iringan lima Grumman TBF Avenger AL AS yang tengah berpatroli melintas wilayah laut ini pada siang hari 5 Desember 1945. Setelah sekitar dua jam penerbangan komandan penerbangan melapor, bahwa dirinya dan anak buahnya seperti mengalami disorientasi. Beberapa menit kemudian kelima TBF Avenger ini pun raib tanpa sempat memberi sinyal SOS. Anehnya, misteri Avenger tak berujung di situ saja. Ketika sebuah pesawat SAR jenis Martin PBM-3 Mariner dikirim mencarinya, pesawat amfibi gembrot dengan tigabelas awak ini pun ikut-ikutan lenyap. Hilang bak ditelan udara. Keesokan harinya ketika wilayah-wilayah laut yang diduga menjadi tempat kecelakaan keenam pesawat disapu enam pesawat penyelamat pantai dengan 27 awak, tak satu pun serpihan pesawat ditemukan. Ajaib. Tahun demi tahun berlalu. Sekitar 1990, tanpa dinyana seorang peneliti berhasil menemukan onggokan kerangka pesawat di lepas pantai Fort Launderdale, Florida. Betapa terkejutnya orang-orang yang menyaksikan. Karena, ketika dicocok kan, onggokan metal itu ternyata bagian dari kelima TBF Avenger. Hilangnya C-119 Kisah ajaib lainnya adalah hilangnya pesawat transpor C-119 Flying Boxcar pada 7 Juni 1965. Pesawat tambun mesin ganda milik AU AS bermuatan kargo ini, hari itu pukul 7.47 lepas landas dari Lanud Homestead. Pesawat dengan 10 awak ini terbang menuju Lapangan Terbang Grand Turk, Bahama, dan diharapkan mendarat pukul 11.23. Pesawat ini sebenarnya hampir menuntaskan perjalanannya. Hal ini diketahui dari kontak radio yang masih terdengar hingga pukul 11. Sesungguhnya memang tak ada yang mencurigakan. Kerusakan teknis juga tak pernah dilaporkan. Tetapi Boxcar tak pernah sampai tujuan. “Dalam kontak radio terakhir tak ada indikasi apa-apa bahwa pesawat tengah mengalami masalah. Namun setelah itu kami kehilangan jejaknya,” begitu ungkap juru bicara Penyelamat Pantai Miami. “Besar kemungkinan pesawat mengalami masalah kendali arah (steering trouble) hingga nyasar ke lain arah,” tambahnya. Seketika itu pula tim SAR terbang menyapu wilayah seluas 100.000 mil persegi yang diduga menjadi tempat kandasnya C-119. Namun hasilnya benar-benar nihil. Sama seperti hilangnya pesawat-pesawat lainnya di wilayah ini, tak satu pun serpihan pesawat atau tubuh manusia ditemukan. “Benar-benar aneh. Sebuah pesawat terbang ke arah selatan Bahama dan hilang begitu saja tanpa jejak,” demikian komentar seorang veteran penerbang Perang Dunia II. Seseorang dari Tim SAR mengatakan, kemungkinan pesawat jatuh di antara Pulau Crooked dan Grand Turk. Bisa karena masalah struktur, ledakan, atau kerusakan mesin. Kalau memang pesawat meledak, kontak radio memang pasti tak akan pernah terjadi, tetapi seharusnya kami bisa menemukan serpihan pecahannya. Begitu pula jika pesawat mengalami kerusakan, mestinya sang pilot bisa melakukan ditching (pendaratan darurat di atas air). Pasalnya, cuaca saat itu dalam keadaan baik. Dalam arti langit cerah, ombak hanya sekitar satu meter, dan angin hanya 15 knot. Analisis selanjutnya memang mengembang kemana-mana. Namun tetap tidak menghasilkan apa-apa. Kasus C-119 Flying Boxcar pun terpendam begitu saja, sampai akhirnya pada tahun 1973 terbit artikel dari International UFO Bureau yang mengingatkan kembali sejumlah orang pada kasus ajaib tersebut. Dalam artikel ini dimuat kesaksian astronot Gemini IV, James McDivitt dan Edward H. White II, yang justru membuat runyam masalah. Rupanya pada saat-saat di sekitar raibnya C-119, dia kebetulan tengah mengamati wilayah di sekitar Karibia. Gemini kebetulan memang sedang mengawang-awang di sana. Menurut catatan NASA, pada 3 sampai 7 Juni 1965 keduanya tengah melakukan eksperimen jalan-jalan ke luar kapsul Gemini dengan perlengkapan yang dirahasiakan. Menurut Divitt, dia melihat sebuah pesawat tak dikenal (UFO) dengan semacam lengan mekanik kedapatan sedang meluncur di atas Karibia. Beberapa menit kemudian Ed White pun menyaksikan obyek lainnya yang serupa. Sejak itulah lalu merebak isu, C-119 diculik UFO. Para ilmuwan pun segera tertarik menguji kesaksian ini. Tak mau percaya begitu saja, mereka mengkonfirmasi obyek yang dilihat kedua astronot dengan satelit-satelit yang ada disekitar Gemini IV. Boleh jadi “kan yang mereka salah lihat ? Maklum saat itu (hingga kini pun), banyak pihak masih menilai sektis terhadap kehadiran UFO. Ketika itu kepada kedua astronot disodori gambar Pegasus 2, satelit raksasa yang memang memiliki antene mirip lengan sepanjang 32 meter dan sejumlah sampah satelit yang ada di sekitar itu. Namun baik dari bentuk dan jarak, mereka menyanggah jika telah salah lihat. “Sekali lagi saya tegaskan, dengan menyebut UFO “kan tak berarti saya menunjuk pesawat ruang angkasa dari planet lain. Pengertian UFO sangat universal. Bahwa jika saya melihat pesawat yang menurut penilaian saya tak saya kenal, tidakkah layak jika saya menyebutnya sebagai UFO?” sergah Divitt. Begitulah kasus C-119 Flying Boxcar yang tak pernah terpecahkan hingga kini. Diantara kapal atau pesawat yang raib di wilayah Segitiga Bermuda kisahnya memang senantiasa sama. Terjadi ketika cuaca sedang baik, tak ada masalah teknis, kontak radio berjalan biasa, tetapi si pelintas tiba-tiba menghilang begitu saja. Tanpa meninggalkan jejak sama sekali. Banyak teori kemudian dihubung-hubungkan dengan segala kejadian di sana. Ada yang menyebut teori pelengkungan waktu, medan gravitasi terbalik, abrasi atmosfer, dan ada juga teori anomali magnetik-gravitasi. Selain itu ada juga yang mengaitkannya dengan fenomena gampa laut, serangan gelombang tidal, hingga lubang hitam (black-hole) yang hanya terjadi di angkasa luar sana. Aneh-aneh memang analisanya, namun tetap saja tak ada satu pun yang bisa menjelaskannya. sumber

HISTORY OF THE WORLD:THE BIG CONSPIRACY

Label: , , Seorang Profesor Yahudi ternyata punya andil andil besar dalam kasus pengejaran dan pembunuhan orang-orang Yahudi yang dilakukan Nazi-Jerman dalam Perang Dunia II. Profesor Karl Haushofer namanya. Karl Ernst Haushofer lahir di Munich, Bavaria (Jerman), pada 27 Agustus 1869. Dia terlahir dari keluarga Yahudi Jerman, dari pasangan Max Haushofer, seorang ekonom, dan Frau Adele Haushofer. Lulus dari sekolah atas, Karl muda mendaftar sebagai tentara Bavaria. Karir di dinas ketentaraan, Karl menamatkan pendidikan di Lembaga Pendidikan Ketentaraan Bavaria (Kriegschule), Akademi Artileri (Artillerieschule), dan Bavarian War Academy (Kriegsakademie). Tahun 1896 Karl muda menikah dengan Martha Mayer Doss, juga seorang Yahudi. Haushofer meneruskan pendidikannya hingga menjadi perwira tinggi dan berdinas di Angkatan Perang Kerajaan Jerman dan karirnya melejit hingga menduduki jabatan sebagai Staff Corp di tahun 1899. Bahkan pada tahun 1903, Karl Haushofer diangkat menjadi tenaga pengajar di Bavarian Kriegsakademie. Tahun 1908, Haushofer dikirim ke Jepang guna mempelajari sistem ketentaraan di negeri Matahari Terbit itu. Di Jepang, Haushofer juga didaulat menjadi instruktur resimen artileri tentara Nippon. Dari Jepang, Haushofer yang menguasai banyak bahasa asing selain Jerman, seperti Inggris, Perancis, dan Rusia, ditugaskan melawat ke beberapa negara Timur Jauh seperti Korea, India, Tibet, Cina, dan lain-lain. Selama bertugas di Timur Jauh inilah, Haushofer yang memang telah lama tertarik dengan ajaran-ajaran mistis dari Timur melanjutkan penelitiannya. Dia juga menerjemahkan beberapa literatur Budhisme dan Hindu. Menurut sejumlah peneliti, ketertarikan Haushofer terhadap ajaran mistis-esoteris bukan tanpa sebab. Latar belakang keluarganya dipercaya memang telah bersentuhan dengan hal-hal seperti ini. Haushofer merupakan salah satu tokoh dari sebuah persaudaraan mistis pemuja setan (Kabbalah). Dari perjalanannya keliling Timur Jauh inilah, Haushofer kemudian memperkenalkan sebuah Teori Geo-Politik yang dinamakan “The Heartland Theory” yang intinya berbunyi: “Siapa pun yang bisa menguasai Heartland maka ia akan mampu menguasai World Island”. Heartland (jantung bumi) merupakan sebutan bagi wilayah Asia Tengah, dan World IslandWorld Island, maka ia menguasai dunia.” (Di Milenium ketiga, teori ini dianut oleh Gedung Putih sehingga Bush berambisi menguasai Afghanistan, Irak, dan negeri-negeri sekitarnya). Haushofer dikenal dekat dengan perwira-perwira Jerman, bahkan berkawan akrab dengan dua tokoh Nazi, Adolf Hitler dan Sekretarisnya, Rudolf Hess. Kepada Hitler, Haushofer menyodorkan teori geopolitik dan juga teori ras unggul bangsa Arya. Buku karangan Hitler yang diasisteni Hess berjudul “Mein Kampf” (Perjuanganku, 1926)—buku ini menjadi buku suci Partai Nazi—dilatarbelakangi teori yang dikemukakan Haushofer. Menurut Haushofer, agar bangsa Jerman bisa menjadi bangsa terkuat di dunia, maka ras Arya harus memurnikan dirinya dan menyingkirkan semua orang Jerman yang bukan berasal dari ras ini. Teori Charles Darwin—juga Yahudi—pun dikemukakan oleh Haushofer sehingga Adolf Hitler menjadi semakin jatuh dalam pengaruhnya. mengacu pada kawasan Timur Tengah. Kedua kawasan itu merupakan kawasan kaya minyak bumi dan juga gas. Teori ini sesungguhnya bukan otentik dari Haushofer, namun adaptasi dari Sir Alfrod McKinder (1861-1947), seorang pakar geopolitik asal Inggris terkemuka abad ke-19. Nicholas Spykman, seorang sarjana Amerika, menambahkan teori ini dengan mengatakan, “Siapa pun yang bisa menguasaiBerkat pengaruh dari Haushofer inilah, ketika Nazi berkuasa, maka dilakukan pemurnian ras Arya secara besar-besaran. Semua orang Jerman yang bukan berasal dari ras ini dikejar-kejar dan dihancurkan, secara khusus orang Yahudi yang memang banyak mendiami wilayah Jerman menjadi target utama. Masa lalu Hitler yang memiliki hubungan yang buruk dengan orang Yahudi menambah kebenciannya terhadap bangsa yang satu ini. Secara diam-diam Haushofer memprovokasi Hitler agar terus mengejar dan mengusir orang-orang Yahudi dari Jerman dan kawasan sekitarnya. Mengapa seorang Haushofer yang juga Yahudi Jerman berbuat seperti ini? Jawabannya bisa ditemukan dalam sebuah pertemuan rahasia 13 keluarga berpengaruh Yahudi di Judenstaat, Frankfurt, Bavaria, di kediaman Sir Mayer Amschell Rothschild pada tahun 1773. Saat itu Rotshchild melontarkan dua rencananya. Pertama, menyusun 25 program penguasaan dunia yang kemudian kita kenal sekarang sebagai Protokolat Zionis. Yang kedua, Rotshchild menyebut nama Adam Weishaupt—seorang mantan Yesuit—untuk mendirikan dan memimpin organisasi konspiratif modern bernama Illuminati. Pertemuan Frankfurt ini menyepakati, mereka harus menemukan kembali harta karun King Solomon yang mereka yakini terbenam dalam reruntuhan Haikal Sulaiman yang ada di bawah Masjidil Aqsha di Yerusalem. Caranya adalah dengan merebut Yerusalem dari tangan bangsa Palestina yang sudah ribuan tahun mendiaminya. Seorang tokoh Yahudi bernama Theodore Hertzl ditugaskan menemui Sultan Abdul Hamid II yang kala itu menjadi Khalifah Turki Utsmaniyah agar mau menyerahkan Tanah Palestina bagi bangsa Yahudi. Sultan menolak mentah-mentah permintaan ini walau kemudian Hertzl mengiming-imingi Sultan dengan harta berlimpah. Sultan tidak bergeming sedikit pun. “Selama jantungku masih berdetak dan darahku masih mengalir, aku haramkan Tanah Palestina bagi kalian wahai Yahudi,” demikian jawaban dari Sultan. Akibatnya Hertzl dan petinggi Yahudi geram dan membuat satu strategi untuk meruntuhkan khilafah dengan memunculkan seorang Turki Muda bernama Mustafa Kemal Attaturk. Sultan Abdul Hamid II pun tersingkir. Kekhalifahan Turki Utsmani dibubarkan, dan Mustafa Kemal Attaturk menjadi pemimpin Turki dan mensekulerkan negeri itu. Satu penghalang telah tumbang. Walau demikian Yerusalem belum bisa diduduki. Theodore Hertzl kemudian menyelenggarakan Kongres Internasional Zionisme (1897) yang diselenggarakan di Basel, Swiss. Kongres ini menyepakati bahwa seluruh Yahudi-Diaspora, istilah bagi orang-orang Yahudi yang masih terserak di seluruh dunia, agar secepatnya melakukan imigrasi ke Promise Land atau yang menurut mereka Kota Suci Yerusalem. Seruan Kongres Internasional Zionis ini tidak ditanggapi dengan antusias. Banyak keluarga Yahudi yang sudah mapan di Eropa dan Amerika enggan pindah ke Yerusalem. Meraka menolak seruan itu walau para ketua Zionis memaksanya. Akhirnya tidak ada jalan lain, imigrasi Yahudi ke Palestina harus melalui jalan paksaan. Harus ada satu kondisi yang memaksa orang-orang Yahudi-Diaspora agar mau pindah ke Palestina. Akhirnya Haushofer berhasil dengan gemilang mendekati Hitler dan kemudian—tanpa disadari—ulah Nazi mengejar-ngejar orang Yahudi mengakibatkan banyak orang Yahudi yang kabur dari negerinya dan berbondong-bondong ke Palestina. Seperti yang telah dikemukakan oleh Norman Finkeltstein dalam “The Holocaust Industry” atau Frederich Toben, peristiwa Holocaust sesungguhnya didalangi oleh kaum Zionis-Yahudi guna memaksa orang-orang Yahudi lainnya agar mau pindah ke Palestina, lewat tangan Hitler. Bahkan Norman Finkelstein yang juga berdarah Yahudi menentang cara-cara kotor Zionis ini. Dalam bukunya, Finkelstein membongkar mitos holocaust dan menyebutnya sebagai proyek pemerasan yang dilakukan Zionis terhadap negara-negara Eropa dan juga dunia, dengan mengorbankan kaum Yahudi Eropa yang sebenarnya enggan untuk ke Palestina. Di akhir Perang Dunia II, Haushofer ditangkap oleh pasukan Sekutu. Pada tanggal 13 Maret 1946, Haushofer dan isterinya melakukan bunuh diri di Pähl, Jerman Barat. Mengikut jejak Adolf Hitler dan Eva Braun yang melakukan bunuh diri saat Berlin jatuh ke tangan Sekutu setahun sebelumnya.