Great Zimbabwe Ruins

monumen misterius

Hanya sedikit orang yang tahu bahwa Zimbabwe, Afrika, memiliki reruntuhan batu kuno tertua di dunia. Lokasinya di pedesaan. Diduga, reruntuhan batu kuno itu dulunya adalah bangunan yang dihuni oleh 18.000 jiwa. Begitu besarnya bekas-bekas reruntuhan, maka disebut GreatZimbabwe Ruins.

Berdasarkan penelitian, bangunan itu dibangun pada abad ke-11, uniknya bangunan itu didirikan tanpa menggunakan semen. Tidak ada yang tahu pasti mengapa situs itu akhirnya ditinggalkan.

Peru’s Chavín de Huantar Ruins

monumen misterius

Meskipun tidak setenar Machu Picchu, reruntuhan Chavín de Huantardi Peru juga merupakan Situs Warisan Dunia menarik yang berisi sisa-sisa artefak yang dibangun oleh Chavín, Inca pra-budaya, sekitar 900 SM.

Situs ini berfungsi sebagai tempat berkumpul bagi orang-orang di daerah tersebut untuk berkumpul dan beribadah. Tidak jelas mengapa budaya Chavín menghilang, meskipun beberapa percaya bahwa reruntuhan Chavín de Huantar menawarkan petunjuk tentang mengapa beberapa peradaban menghilang. Kebanyakan teori menyebut musnahnya Chavín karena kondisi lingkungan termasuk terjadinya gempa bumi, sementara dugaan lain adalah perebutan kekuasaan.

Coral Castle, Monumen Cinta Yang Hilang, di Florida

monumen misterius

Bagaimana menjelaskan seorang laki-laki memiliki tinggi 5 feet dengan berat 100 pon, membangun taman yang rumit dengan menggunakan potongan-potongan batu karang yang masing-masing beratnya berton-ton? Coral Castle, di Homestead,Florida , merupakan sebuah keajaiban yang sulit dijelaskan akal sehat. Terlebih lagi, laki-laki yang membangun kastil itu konon hanya berpendidikan setingkat kelas 4 SD.

Ed Leedskalnin, seorang imigran Latvia, yang membangun monumen yang disebut monumen cinta yang hilang. Kisahnya, pembangunan monumen ini bak kisah roman yang mengharu biru. Ed Leedskaini mulai membangun kastil itu pada tahun 1923, setelah ditolak cintanya oleh tunangannya di Latvia hanya beberapa hari sebelum pernikahan mereka. Dan ia pun mengabdikan hidupnya untuk menyelesaikannya. Sayangnya, dia meninggal sebelum menumen cintanya selesai dibangun. Akan tetapi, setelah ia meninggal, 1951, konstruksi bangunan itu diteruskan pembangunannya.

Bukan kisah romantis ini yang membuat para ahli bingung, namun mereka heran dan takjub karena Leedskalnin, membangun sendiri benteng karang itu. Lebih bingung lagi, karena pria itu sebenarnya hanya berpendidikan setingkat kelas empat SD, tapi anehnya ia mampu membangun benteng yang rumit itu, sesuatu yang sebenarnya hanya bisa dilakukan oleh para ahli bangunan. Ini sungguh tak bisa dipahami. Bahkan ada seorang insinyur mengatakan bahwa Albert Einstein pun belum tentu mampu memahami keajaiban ini.