Sniper Jerman yang membuat tentara Amerika panik dalam pertempuran di desa Neuville (dalam versi novelnya, nama desa tersebut adalah Ramelle)

    P
    Private Jackson sedang membidikkan senjatanya ke arah sniper Jerman yang menjadi lawannya

    Nama: Wolfgang Gottberg
    Pangkat: Obergefreiter
    Keahlian khusus: Sniper
    Unit: Tak diketahui

    Yang pernah menonton film “Saving Private Ryan” besutan Steven Spielberg pasti tahu adegan dimana Tom Hanks berjibaku melawan sniper Jerman di sebuah desa di Prancis. Untuk lebih jelasnya, kita ikuti kronologis cerita di bawah:

    Pada suatu saat antara tanggal 9 Juni sampai dengan 11 Juni 1944, Jerman sniper yang tak diketahui namanya ini (diperankan oleh Leos Stransky) telah menempati posisinya di sebuah menara gereja sebuah desa Prancis bernama Neuville, yang saat itu menjadi perebutan antara dua kekuatan, Jerman dan Amerika.

    Tak lama setelah menembak sampai mati prajurit Adrian Capazzo, sniper biang kerok tersebut berhasil dibunuh oleh sniper lawannya yang dari Amerika, prajurit Jackson, yang bidikan jitunya berhasil dengan tepat menembus teleskop sang sniper Jerman dan telak mengenai matanya. Sudah jelas kalau begini nasibnya apa lagi kalau bukan NYUNGSEB ke akherat!

    Catatan:
    “Saving Private Ryan” kemudian beredar pula versi novelnya, dan disini identitas si Scharfschütze lebih jelas kelihatan. Dia bernama Kopral (Obergefreiter) Wolfgang Gottberg. Dalam pertempuran di Ramelle sendiri (yang menjadi lokasi duel antar sniper Jerman dan Amerika), di novelnya lebih detail diceritakan bahwa menara gereja tersebut kemudian dihancurkan, tak diketahui apakah oleh pihak Jerman maupun pihak Amerika, demi mencegah tempat tersebut dijadikan sarang sniper.

    Senjata favorit sniper Jerman sendiri adalah Mauser Karabiner K98k.

    Yang paling mengesankan dalam adegan ini adalah tentu saja tembakan Jackson yang begitu jitu sehingga mengenai mata sniper lawannya dengan terlebih dahulu menembus teleskop yang dipasang di senapan K98k. Kalau saja tembakan ini lebih lambat beberapa detik saja, sudah pasti Jakson yang akan tewas, karena sniper Gottberg pun sudah mengarahkan senjatanya ke arah Jakson. Dalam proses syutingnya, sebuah peledak kecil yang tidak berbahaya (semacam petasan) dan terletak di dalam mata buatan, dipasangkan di kepala aktor/stuntman Leos Stransky. Ketika tiba adegan fatal dimana dia terkena tembakan Jakson, petasan tersebut meledak sehingga memuncratkan cairan berwarna merah plus serpihan daging buatan. Adegan ini selesai hanya dalam take pertama, dan sama sekali tidak memakai special-effect menggunakan komputer!

    Tembakan Jackson ini kemungkinan besar terinspirasi dari Carlos Hathcock, sniper marinir Amerika dalam Perang Vietnam yang menghabisi lawannya, sesama sniper juga dari pihak Vietkong, dengan menembak tepat mengenai teleskop si Vietkong!