Apa itu Malaikat ?

Para malaikat adalah roh-roh yang juga diciptakan oleh Allah. Mereka adalah roh murni, tanpa tubuh/badan, dan memiliki pengertian serta kehendak bebas. Mereka tidak seperti roh/jiwa manusia yang terikat atau dipadukan dengan tubuh. Mereka dapat bergerak bebas ke mana saja. Walaupun mereka adalah roh-roh murni, mereka masih mempunyai keterbatasan, karena mereka juga adalah ciptaan Allah.

Lucifer adalah seorang malaikat, sama seperti malaikat Allah yang lainnya. Ia diciptakan oleh Allah untuk membantu dan melayaniNya. Tetapi karena ia memberontak dan sombong menyamakan diri dengan Allah, akhirnya ia dikeluarkan dari satuan para malaikat dan dicampakkan dari surga. Kebebasan yang dikaruniakan Allah kepada para malaikat, membuat mereka bebas untuk menerima atau menolak Allah. Karena kebebasan itu mereka bisa berdosa.


Santo Mikhael dalam Kitab Suci

Sumber pertama dan utama dari pengetahuan tentang Santo Mikhael adalah Kitab Suci. Jauh sebelum Santo Mikhael menjadi pelindung Gereja seluruh dunia yang didirikan oleh Yesus Kristus, dia adalah pelindung orang-orang/umat pilihan Allah dalam Perjanjian Lama.  Malaikat Gabriel berbicara kepada Nabi Daniel mengenai Mikhael. “Tetapi pemimpin kerajaan orang Persia berdiri dua puluh satu hari lamanya menentang aku; tetapi Mikhael, salah satu dari pemimpin-pemimpin terkemuka, datang menolong aku, dan aku meninggalkan dia di sana berhadapan dengan raja-raja Persia” (Dan 10:13).

” Tetapi aku akan memberitahukan kepadamu apa yang tercantum dalam Kitab Kebenaran. Tidak satu pun yang berdiri di pihakku dengan tetap hati melawan mereka, kecuali Mikhael, pemimpinmu itu ” (Dan 10:21).

Pada akhir dunia dan pada masa Antikristus, ketika para malaikat yang jahat akan mencoba menyuap dan menyesatkan setiap orang ke dalam kemurtadan dari Allah, Mikhael, Pangeran Gereja, akan “bangkit” untuk memperkuat umat beriman. ” Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu dan akan ada suatu waktu kesesakan besar, yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu, bangsamu akan terluput…..” (Dan 12:1).

Santo Yudas berbicara tentang pertengkaran antara Malaikat Agung Santo Mikhael dan setan mengenai tubuh Musa. Dikatakan bahwa setan menginginkan agar tubuh Musa dikuburkan di suatu tempat dengan cara tertentu untuk disembah oleh orang-orang Yahudi dengan penghormatan yang istimewa. Mikhael berusaha mencegah penyembahan berhala itu dengan menyembunyikan mayat Musa. ” Tetapi penghulu malaikat, Mikhael, ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan iblis mengenai mayat Musa, tidak berani menghakimi iblis itu dengan kata-kata hujatan, tetapi berkata : ” Kiranya Tuhan menghardik engkau !” (Yud 1:9).

Pertempuran yang digambarkan oleh Santo Yohanes dalam Kitab Wahyu adalah perang yang dilancarkan oleh Lucifer dan para malaikatnya melawan Gereja. Mikhael akan membantu umat beriman dalam semua pencobaan dan penganiayaan. ” Maka timbullah peperangan di surga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya.” (Why 12:7).


Penampakan Malaikat Agung Santo Mikhael

Penampakan pertama Malaikat Agung Santo Mikhael di Monte San’ Angelo ( atau Gargano ) terjadi menjelang abad kelima. Monte Gargano berada di bagian tenggara Italia di tempat yang disebut “the spur” (Taji,lomba), dimana sebuah gunung menjorok ke Laut Adriatik. Malaikat Agung itu memberitahukan kepada Uskup Siponton (Sekarang Manfredonia) yang dalam diosesnya terletak gunung itu, bahwa tempat itu berada di bawah perlindungannya.



Uskup itu kemudian pergi ke sama bersama banyak orang. Ia menemukan sebuah gua pada sisi gunung itu, dilubangi membentuk sebuah gereja, yang mana mulai digunakannya sebagai sebuah tempat ibadat keagamaan sampai tempat itu berkembang menjadi tempat kudus Malaikat Agung itu. Pesta penampakan pada 8 Mei  adalah untuk memperingati peristiwa itu. Empat penampakan yang terpisah dari Malaikat Agung itu tercatat sebagai penampakan yang telah terjadi di Gargano. Penampakan terakhir terjadi tahun 1656, ketika umat beriman dilindungi dari sebuah wabah yang menakutkan melalui campur tangan Santo Mikhael. Karena campur tangan Malaikat Agung itu juga, umat Siponto mendapatkan kemenangan-kemenangan gemilang atas orang-orang Goth pada tahun 490, dan atas orang-orang Yunani campuran pada tahun 663. Orang-orang beriman dari seluruh Eropa datang ke tempat itu dalam berbagai ziarah yang tak henti-henti karena rahmat berlimpah yang telah diterima. Tempat kudus ini merupakan sebuah tempat berhenti yang terkenal bagi peserta Perang Salib dalam perjalanan mereka untuk mendapatkan kembali tempat-tempat suci di Palestina.

 


Pada tahun 589, timbul wabah di Kota Roma ketika sungai Tiber meluap. Pada tahun berikutnya Paus Gregorius Agung memimpin sebuah prosesi tobat menuju Gereja Santo Petrus untuk memohon pembebasan dari bencana itu. Ia membawa dalam tangannya gambar Bunda kita Maria. Ketika ia sampai di jembatan Aelia yang menghubungkan makam Hadian dengan kota, ia melihat pada puncak bangunan raksasa itu seorang malaikat yang sedang menyarungkan sebuah pedang berdarah, sementara paduan suara para malaikat menyanyikan lagu gereja, “Regina Coeli-Ratu Surga, bergembiralah! Dia yang engkau kandung telah bangkit seperti dikatakanNya, Alleluia!” Paus menanggapi lagu para malaikat itu dengan berkata, “Doakan kami kepada Allah, Alleluia!” Bencana itu tiba-tiba berhenti. Sebagai peringatan akan peristiwa ini, Paus Bonefasius IV (608-15), pengganti Paus Gregorius, membangun sebuah tempat kudus di atas makam yang indah itu dan mempersembahkan itu kepada Santo Mikhael. Kemudian di tempat kudus itu ditempatkan sebuah patung yang telah dihancurkan berkali-kali tetapi selalu dibangun kembali.

Sebuah tempat kudus yang sangat luar biasa yang didedikasikan kepada Malaikat Agung Santo Mikhael adalah tempat kudus Mont St. Michel.

Malaikat Agung Mikhael  juga berbicara kepada seorang gadis petani sederhana, Yohana, ketika ia masih kanak-kanak berusia 13 tahun. Suara malaikat Mikhael memanggilnya dari antara kawanan dombanya. Dia mendengar suara malaikat itu dan “suara” dari banyak malaikat yang menemani malaikat itu. Ia melihat mereka. Pada mulanya ia takut, tetapi kemudian, sesering para tamu surgawinya meninggalkan dia, ia biasanya menangis dan berdoa agar mereka dapat membawa dia bersama mereka. Ketika pada suatu kesempatan datang untuk suatu pemeriksaan sebelum keputusan mengenai hubungan-hubungannya dengan malaikat agung itu, Yohana menjawab; “mengenai Santo Mikhael yang menampakkan diri kepada saya, saya percaya akan kata-kata dan tindakan-tindakannya seteguh saya percaya bahwa Tuhan kita menderita kematian dan kesengsaraanNya bagi kita. Alasan lain yang mendorog saya untuk percaya bahwa sungguh Santo Mikhael yang menampakkan diri kepada saya adalah nasihat yang baik, kenyamanan, ajaran yang boleh dipercaya yang tak pernah berhenti ia berikan kepada saya. Ia mengatakan kepada saya tentang Kerajaan Perancis yang sangat berbahaya.”

Seringkali, dalam abad-abad lampau, Santo Mikhael datang untuk menolong ketika perang-perang dan penyiksaan-penyiksaan yang mengerikan mengancam untuk menghancurkan agama Kristen. Dialah, yang atas perintah Maria, ratu para malaikat, datang untuk membantu Konstantinus Agung dalam abad keempat, dan membantu pasukannya untuk mendapatkan kemenangan yang gemilang atas Kaisar Maxentius yang kafir. Malaikat Agung itu menunjukkan identitasnya dalam hal ini. Ketika menampakkan diri kepada Kontantinus setelah penyelesaian sebuah gereja yang indah yang kemudian diabdikan sebagai penghormatan kepadanya, dia berkata, “Aku Mikhael, kepala laskar malaikat Tuhan, pelindung agama Kristen, yang ketika engkau sedang berperang melawan para penguasa lalim (tiran) yang jahat, menempatkan senjata dalam tangan-tanganmu.” Gedung besar yang megah ini biasanya dikenal sebagai Michaelion, telah menjadi tempat terjadinya banyak mukjizat melalui Malaikat Agung ini.

Kemudian, Santo Mikhael menyatakan dirinya sebagai seorang pelindung yang penuh kekuatan melawan serbuan bangsa barbar. Kaisar Yunani, Yustinus I, mendirikan enam buah gereja sebagai penghormatan dan penghargaannya yang penuh atas bantuan ini. Dalam abad kelima belas, ketika tampaknya bangsa Turki akan menaklukkan seluruh Eropa, Santo Mikhael, atas perintah Perawan Maria yang Terberkati, lagi-lagi membela tujuan agama Kristen, dan diperoleh kemenangan yang gemilang atas orang-orang kafir. Santa Yohana dari Orleans, yang dalam abad kelima belas menyelamatkan Perancis, menganggap pangilan hidupnya dan kemenangannya berasal dari Santo Mikhael. Tiga kali Malaikat Mikhael menampakkan diri kepadanya dan memberitahukan kepadanya bahwa dia dipanggil untuk membebaskan negaranya.

Lain peristiwa, dalam kehidupan Santa Oringa, dicatat bagaimana perlindungan dari Malaikat Agung Santo Mikhael dapat terjadi. Pada suatu hari orang kudus itu ditemani oleh beberapa wanita muda yang lain, memulai ziarah penghormatan Santo Mikhael ke Monte Gargano, di Italia. Dalam perjalanan, rombongan kecil itu diikuti oleh beberapa laki-laki yang berpura-pura menjadi peziarah dan pemandu yang baik sekali. Beberapa laki-laki itu kelihatannya sangat saleh dan melakukan dengan cerdik percakapan yang membawa kebaikan sampai malam. Sesungguhnya mereka adalah perampok yang menyamar, yang mempunyai rencana jahat terhadap para perawan itu. Mereka menuntun para perawan itu langsung ke gua mereka. Tiba-tiba seorang anak muda yang mengenakan keindahan surgawi menampakkan diri kepada para perawan itu, berteriak dengan suara keras, ” Larilah dari sini! Jiwa kamu berada dalam bahaya! ” 

Selama saat itu para perampok itu lumpuh, tidak berdaya, karena teror. Lalu, anak muda yang mulia itu menuntun para perawan tersebut ke suatu tempat yang cukup jauh dari gua itu. Kemudia tampak kepada Santa Oringa bahwa penolong ini tak lain adalah Santo Mikhael Malaikat Agung.

Santo Mikhael adalah penakluk setan. Mari kita bentangkan ke mana saja panji/bendera iman Katolik di bawah kepemimpinannya dan tidak takut akan kejahatan.  Ketika roh kegelapan menghasut kita untuk merasa bangga atau berontak, marilah kita menjawabnya bersama Santo Mikhael: “Siapa seperti Allah?”

Ketika setan berusaha membujuk kita dengan segala godaannya untuk melakukan dosa marilah kita melawan godaan-godaan itu dengan kata-kata Santo Mikhael: “Siapa seperti Allah?”

Panglima pasukan surgawi yang mulia, 
Santo Mikhael Malaikat Agung,
belalah kami dalam pertempuran dan dalam perang yang menakutkan
yang sedang kami lancarkan melawan kerajaan-kerajaan dan para penguasa,
melawan pemerintah-pemerintah dunia kegelapan ini, melawan roh-roh jahat.
Datanglah membantu manusia,
yang diciptakan kekal oleh Allah Mahakuasa,
menciptakan mereka menurut gambar dan rupaNya sendiri,
dan menebus mereka dengan pengorbanan yang besar karena kekejaman setan.
Lawanlah hari ini setan-setan yang memberontak terhadap Tuhan,
sebagaimana dulu engkau berperang melawan Lusifer,
pemimpin roh-roh yang sombong dan semua malaikat pemberontak,
yang tanpa daya berdiri melawan engkau.
Panglima yang tak dapat ditaklukkan,
bantulah umat Allah melawan serangan mendadak dari roh-roh yang kalah,
dan berilah kami kemenangan. 
Amin.

(Paus Leo XIII)


(Sumber: Santo Mikhael Malaikat Agung -Pelindung dan Pembela Orang Kristen, Pembebas Jiwa-Jiwa di Api Penyucian, Penjaga Gereja, oleh Aloys Dolu)