Semenjak Santo Dominikus menghidupkan devosi kepada Rosario Suci hingga saat pemulihannya kembali oleh Beato Alan de la Roche pada tahun 1460, Rosario Suci selalu disebut Mazmur Yesus dan Mazmur Maria. Sebutan ini diberikan karena Mazmur Yesus dan Mazmur Maria mempunyai jumlah yang sama dengan jumlah mazmur di dalam Kitab Mazmur Daud. 

 

Tetapi Rosario dapat dianggap lebih bernilai daripada Mazmur Daud karena :
  1. mengandung nilai yang lebih mulia, yaitu Sabda yang menjelma di dalam Pribadi Yesus Kristus, sedangkan Mazmur Daud memuat ramalan-ramalan perihal kedatangan-Nya.
  2. lebih agung daripada Mazmur Daud yang hanya berfungsi sebagai pralambang.
  3. Rosario merupakan karya langsung Tritunggal Mahakudus dan tidak dibuat oleh manusia.
Kata Rosario berarti mahkota mawar. Bunda Maria telah menunjukkan restunya terhadap nama Rosario itu. Ia telah menyatakan kepada beberapa orang, bahwa setiap kali mereka mendaraskan satu Salam Maria, mereka menghadiahkan kepadanya sekuntum mawar yang indah, dan bahwa masing-masing Rosario yang utuh membentuk mahkota mawar.

Bruder Alfonsus Rodriques, seorang biarawan Yesuit yang terkenal, biasanya mendaraskan Rosario dengan semangat berkobar-kobar sehingga sering ia melihat sekuntum mawar merah keluar dari bibirnya pada setiap Bapa Kami, dan sekuntum Mawar Putih pada setiap Salam Maria. Kedua mawar itu sama indah dan harumnya.

Kisah Santo Fransiskus menceritakan tentang seorang rahib muda yang mempunyai kebiasaan terpuji dalam hal pendarasan Mahkota Bunda Maria atau Rosario setiap hari sebelum makan malam. Suatu hari karena sesuatu halangan ia tidak dapat melakukannya. Lonceng untuk makan malam telah berdentang, ketika ia meminta izin kepada pimpinannya untuk berdoa Rosario sebelum memasuki ruang makan. Sesudah ia mendapat izin, ia kembali ke kamarnya untuk berdoa.

Setelah sekian lama ia tidak kunjung datang, pemimpin biaranya menyuruh seorang rahib muda lain memanggilnya. Apa yang dilihat rahib muda itu? Ia melihat kamar rahib rekannya itu bermadikan cahaya surgawi, dan rekannya itu sedang memandang kepada Bunda Maria yang dikawal oleh dua malaikat. Mawar-mawar yang indah terus bermunculan dari mulutnya pada setiap doa Salam Maria. Satu demi satu mawar-mawar itu diambil oleh dua malaikat itu, lalu diletakkan di atas kepala Bunda Maria. Bunda Maria menerima mawar-mawar itu dengan tersenyum.

Ada lagi, nama Beato Thomas dari Santo Yohanes, terkenal karena kotbah-kotbahnya tentang Rosario Suci. Setan-Setan yang cemburu dan iri hati terhadap keberhasilannya menyelamatkan jiwa-jiwa kaum beriman-menyiksa beliau begitu hebatnya sehingga akhirnya ia jatuh sakit. Beliau menderita sakit begitu lama dan dokter-dokter pun tidak mampu lagi mengobatinya.

Pada suatu malam, tatkala ia menyangka bahwa ajalnya sudah dekat, setan menampakkan diri kepadanya dalam rupa yang sangat mengerikan. Sebuah lukisan Bunda Maria terpajang di dekat ranjangnya. Ia memandangi lukisan itu sambil menangis tersedu-sedu dan sekuat-kuatnya berseru, ” Tolonglah aku, selamatkanlah aku, Ibuku yang mulia!” Tidak lama kemudian lukisan itu tampak hidup dan Bunda Maria merentangkan tangannya, lalu merangkulnya sambil berkata, “Jangan takut Thomas, anakku! Akulah ini. Aku mau menyelamatkan engku: bangunlah sekarang dan teruskanlah karyamu mewartakan Rosarioku sebagaimana biasa kau lakukan. Aku berjanji untuk melindungi engkau dari musuh-musuhmu.”
Ketika Bunda Maria mengucapkan kata-kata ini, setan enyah darinya. Lalu Beato Thomas itu bangun dan merasa benar-benar sehat dan segar. Lalu dengan penuh semangat ia melanjutkan karya kerasulan Rosarionya.

Alfonsus, Raja Leon dari Galicia, ingin sekali agar semua hamba dan pelayannya menghormati Bunda Perawan dengan mendaraskan Rosario Suci. Untuk itu ia biasanya menggantungkan sebuah Rosario Besar pada ikat pinggangnya dan selalu mengenakannya. Hanya sayangnya ia sendiri tidak mendaraskan Rosario itu. Kendati demikian, dengan mengenakan Rosario itu pada pinggangnya, ia menggerakkan bawahan-bawahannya untuk berdoa Rosario dengan tulus hati.

Pada suatu hari Alfonsus jatuh sakit berat. Ketika mendekati ajalnya, dalam suatu penglihatan ia menyaksikan dirinya sedang berdiri di hadapan tahta pengadilan Tuhan. Banyak setan di sana sedang mendakwanya perihal semua dosa yang telah dilakukannya. Yesus Tuhan kita sebagai Hakim Yang Mahakuasa hampir saja menghukumnya masuk neraka ketika Bunda Maria datang untuk membelanya. Bunda Maria minta dibawakan sebuah timbangan. Pada satu belahan timbangan diletakkan dosa-dosanya, dan pada belahan timbangan lainnya diletakkan Rosario yang selalu dikenakannya serta semua untaian doa Rosario yang telah didaraskannya dengan contoh hidupnya. Ternyata Rosario jauh lebih berat daripada dosa-dosanya. Ketika Raja sadar, ia berseru,”Terberkatilah Rosario Santa Perawan Maria, berkat Rosario itu saya dibebaskan dari hukuman abadi!”


Sangat banyak peristiwa terkait mukjizat yang muncul dari Rosario Suci ini, misalnya peristiwa yang terjadi di Carcassone, di mana saat itu Santo Dominikus tengah berkotbah tentang Rosario Suci. Ada seorang bidaah menertawakan mukjizat-mukjizat dan lima belas misteri Rosario Suci. Perbuatan ini menghalang-halangi pertobatan orang bidaah lainnya. Sebagai hukumannya, Allah membiarkan lima belas ribu roh jahat merasuki orang itu.


Orang tuanya membawa dia kepada pastor Dominikus untuk dibebaskan dari gangguan roh-roh jahat itu. Santo Dominikus mulai berdoa dan meminta kepada setiap orang yang hadir untuk bersama-sama dengannya mendaraskan doa rosario dengan suara lantang. Untuk setiap doa Rosario, Bunda Maria menarik keluar dari tubuh orang itu seratus roh jahat. Roh-roh jahat itu keluar dalam bentuk batubara yang panas membara.


Setelah dibebaskan, ia mengakui di bawah sumpah kekeliruan-kekeliruannya, lalu bertobat, dan menjadi anggota Serikat Rosario Suci. Beberapa orang kawannya melakukan hal yang sama setelah digerakkan secara luar biasa oleh siksaan atas dirinya dan kuasa dahsyat Rosario Suci.


Peristiwa lainnya, Santo Dominikus mempunyai sepupu bernama Don Perez, yang juga dipanggil Pedro. Hidupnya amat bejat. Ketika mendengar bahwa Santo Dominikus sedang berkotbah tentang keajaiban-keajaiban Rosario dan mendengar beberapa orang telah ditobatkan dan memperbaiki hidup mereka dengan menggunakan Rosario, ia berkata. “Saya sebenarnya tidak sudi lagi berharap untuk diselamatkan, namun sekarang hatiku mulai tergerak. Saya seharusnya mendengarkan manusia kekasih Allah ini “.


Karena itu ia pergi mendengarkan salah satu khotbah Santo Dominikus. Ketika Santo Dominikus menatap sepupunya itu, ia dengan lebih tegas dan penuh semangat berbicara tentang dosa daripada sebelumnya. Dari lubuk hatinya ia mohon petunjuk Allah Yang Mahakuasa agar menerangi sepupunya itu dan membiarkannya melihat keadaan jiwanya yang memprihatinkan itu.


Mulanya Don Perez merasa terperangah, namun ia masih belum mengambil keputusan untuk mengubah cara hidupnya. Ia datang sekali lagi untuk mendengarkan Khotbah Santo Dominikus, dan sepupunya itu – yang menyadari bahwa hati yang sekeras batu hanya dapat digerakkan oleh sesuatu yang agak luar biasa – berteriak dengan suara lantang, ” Oh, Tuhan Yesus, perkenankanlah semua umatmu ini melihat keadaan yang sebenarnya orang yang baru masuk Rumah-Mu ini.”


Serta merta semua orang memandang Don Perez yang dikerumuni sejumlah iblis berupa binatang-binatang buas yang mengikatnya dengan seutas rantai besi yang besar. Semua orang lari terpencar ketakutan. Don Perez sendiri merasa lebih ngeri daripada mereka ketika ia melihat bagaimana setiap orang menghindarinya.


Santo Dominikus menyuruh orang-orang itu tetap berdiri. Ia berkata kepada sepupunya, ” Hai orang yang malang, sadarilah keadaanmu yang memprihatinkan itu, dan rebahkanlah dirimu di bawah kaki Bunda Maria. Ambillah Rosario ini, berdoalah dengan khidmat dan penyesalan yang tulus atas semua dosa, dan buatlah keputusan yang teguh untuk memperbaiki hidupmu.”


Maka Don Perez berlutut dan mendaraskan seluruh Rosario. Kemudia ia tergerak untuk mengakukan dosa-dosanya dengan penyesalan yang sungguh mendalam. Santo Dominikus menyuruhnya mendaraskan Rosario setiap hari; ia berjanji untuk melaksanakannya dan atas kemauannya sendiri mendaftar sebagai anggota Serikat Rosario Suci.


Ketika meninggalkan gereja, roman mukanya tidak lagi mengerikan, melainkan berkilau-kilauan seperti malaikat. Selanjutnya ia tetap menekuni devosi kepada Rosario, menjalani hidup Kristen yang baik, dan meninggal dengan damai dan bahagia.

Dengan demikian Rosario Suci merupakan akar dan gudang berkat yang tak terhitung jumlahnya, karena melalui Rosario Suci :
  • Orang-orang berdosa diampuni;
  • Jiwa-jiwa yang dahaga disegarkan;
  • Mereka yang terbelenggung akan dilepaskan ikatannya;
  • Mereka yang menangis menemukan kebahagiaan;
  • Mereka yang dicobai menemukan kedamaian;
  • Mereka yang miskin mendapatkan bantuan;
  • Hidup keagamaan diperbaharui;
  • Mereka yang bodoh diajar;
  • Manusia belajar mengatasi keangkuhannya;
  • Orang mati(jiwa-jiwa yang kudus) dihapus penderitaannya.

( dicuplik dari buku Rahasia Rosario karangan St. Louis de Monfort)