Taranis merupakan hasil kerja sama Kementerian Pertahanan Inggris dengan sejumlah industri seperti BAE System, Rolls Royce, QinetiQ, dan GE Aviation

Inggris segera memasuki babak baru kemampuan pesawat tempurnya. Dalam waktu dekat, Inggris segera memiliki pesawat tempur tanpa awak lintas benua yang berkemampuan canggih dan dapat dioperasikan dari seluruh pelosok dunia karena menggunakan piranti komunikasi satelit.

Taranis dirancang memiliki kecepatan jet tempur dan mampu menempuh jarak hingga lintas benua.

Pesawat yang dinamai Taranis itu merupakan hasil kerja sama Kementerian Pertahanan Inggris dengan sejumlah industri seperti BAE System, Rolls Royce, QinetiQ, dan GE Aviation. Pesawat ini dirancang memiliki kecepatan jet tempur dan mampu menempuh jarak hingga lintas benua.

taranis dirancang tak terlihat radar dan tampak mirip seperti pesawat siluman milik Amerika Serikat

Pesawat yang dirancang tak terlihat radar dan tampak mirip seperti pesawat siluman milik Amerika Serikat ini diharapkan terbang perdana pada 2011. Dirancang seukuran pesawat kecil dengan lebar 10 meter, panjang empat meter, dan tinggi dua meter, pesawat ini mampu menjalani peran intelijen dan mata-mata di daerah musuh dengan menggunakan sensor dari atas pesawat.

Taranis Dirancang seukuran pesawat kecil dengan lebar 10 meter, panjang 4  meter, dan tinggi dua meter

”Taranis merupakan sebuah proyek yang betul-betul menjadi tonggak awal. Ini adalah jenis yang pertama di Inggris dan memperlihatkan rancangan serta teknologi terbaik di negeri kita,” ujar Menteri Pertahanan Inggris, Gerald Howart, saat peresmian di BAE Systems, Lancashire, Inggris.

Taranis juga dirancang untuk membawa senjata, termasuk bom dan peluru kendali

Nama Taranis diambil dari nama dewa petir kaum Celtik. Sebagai pesawat tempur, Taranis juga dirancang untuk membawa senjata, termasuk bom dan peluru kendali. Pesawat ini juga mampu mempertahankan diri dari serangan pesawat musuh baik yang berawak atau pun tidak.

Taranis merupakan sebuah proyek yang betul-betul menjadi tonggak awal