Posts from the ‘Fakta’ Category

10 Teknologi Kuno Bangsa Indonesia Yang Canggih


Di zaman dahulu kala, para nenek moyang kita sudah menemukan banyak penemuan yang terbilang canggih. Tetapi sayang sekali banyak orang Indonesia sendiri tidak menyadarinya. Kali ini ane mau menulis beberapa teknologi kuno nenek moyang Indonesia.

lansung aja gan. cekidot:
1. Borobudur
Bukti kecanggihan teknologi dan arsitektur

Borobudur adalah candi yang diperkirakan mulai dibangun sekitar 824 M oleh Raja Mataram bernama Samaratungga dari wangsa Syailendra. Borobudur merupakan bangunan candi yang sangat megah.

Tidak dapat dibayangkan bagaimana nenek moyang kita membangun Borobudur yang demikian berat dapat berdiri kokoh dengan tanpa perlu memakukan ratusan paku bumi untuk mengokohkan pondasinya, tak terbayangkan pula bagaimana batu-batu yang membentuk Borobudur itu dibentuk dan diangkut ke area pembangunan di atas bukit.

Bahkan dengan kecanggihan yang ada pada masa kini, sulit membangun sebuah candi yang mampu menyamai candi Borobudur. Borobudur juga mengadopsi Konsep Fraktal.

Fraktal adalah bentuk geometris yang memiliki elemen-elemen yang mirip dengan bentuknya secara keseluruhan.

Candi borobudur sendiri adalah stupa raksasa yang di dalamnya terdiri dari stupa-stupa lain yang lebih kecil. Terus hingga ketidakberhinggaan. Sungguh mengagumkan nenek moyang kita sudah memiliki pengetahuan seperti itu. Bangunan Candi Borobudur benar-benar bangunan yang luar biasa.

2. Kapal Jung Jawa
Teknologi kapal raksasa

Jauh sebelum Cheng Ho dan Columbus, para penjelajah laut Nusantara sudah melintasi sepertiga bola dunia. Meskipun sejak 500 tahun sebelum Masehi orang-orang China sudah mengembangkan beragam jenis kapal dalam berbagai ukuran, hingga abad VII kecil sekali peran kapal China dalam pelayaran laut lepas.

Dalam catatan perjalanan keagamaan I-Tsing (671-695 M) dari Kanton ke Perguruan Nalanda di India Selatan disebutkan bahwa ia menggunakan kapal Sriwijaya, negeri yang ketika itu menguasai lalu lintas pelayaran di “Laut Selatan”.

Pelaut Portugis yang menjelajahi samudera pada pertengahan abad ke-16 Diego de Couto dalam buku Da Asia, terbit tahun 1645 menyebutkan, orang Jawa lebih dulu berlayar sampai ke Tanjung Harapan, Afrika, dan Madagaskar.

Ia mendapati penduduk Tanjung Harapan awal abad ke-16 berkulit cokelat seperti orang Jawa. “Mereka mengaku keturunan Jawa,” kata Couto, sebagaimana dikutip Anthony Reid dalam buku Sejarah Modern Awal Asia Tenggara.

Berdasarkan relief kapal di Candi Borobudur membuktikan bahwa sejak dulu nenek moyang kita telah menguasai teknik pembuatan kapal. Kapal Borobudur telah memainkan peran utama dalam segala hal dalam bahasa Jawa pelayaran, selama ratusan ratus tahun sebelum abad ke-13.

Memasuki abad ke-8 awal, kapal Borobudur digeser oleh Jung besar Jawa, dengan tiga atau empat layar sebagai Jung. Kata “Jung” digunakan pertama kali dalam perjalanan biksu Odrico jurnal, Jonhan de Marignolli, dan Ibn Battuta berlayar ke Nusantara, awal abad ke-14.

Mereka memuji kehebatan kapal Jawa raksasa sebagai penguasa laut Asia Tenggara. Teknologi pembuatan Jung tak jauh berbeda dari karya kapal Borobudur; seluruh badan kapal dibangun tanpa menggunakan paku.

Disebutkan, jung Nusantara memiliki empat tiang layar, terbuat dari papan berlapis empat serta mampu menahan tembakan meriam kapal-kapal Portugis.

Bobot jung rata-rata sekitar 600 ton, melebihi kapal perang Portugis. Jung terbesar dari Kerajaan Demak bobotnya mencapai 1.000 ton yang digunakan sebagai pengangkut pasukan Nusantara untuk menyerang armada Portugis di Malaka pada 1513. Bisa dikatakan, kapal jung Nusantara ini disandingkan dengan kapal induk di era modern sekarang ini.

3. Keris
Kecanggihan teknologi penempaan logam

Teknologi logam sudah lama berkembang sejak awal masehi di nusantara. Para empu sudah mengenal berbagai kualitas kekerasan logam. Keris memiliki teknologi penempaan besi yang luar biasa untuk ukuran masyarakat di masa lampau.

Keris dibuat dengan teknik penempaan, bukan dicor. Teknik penempaan disertai pelipatan berguna untuk mencari kemurniaan besi, yang mana pada waktu itu bahan-bahan besi masih komposit dengan materi-materi alam lainnya.

Keris yang mulanya dari lembaran besi yang dilipat-lipat hingga kadang sampai ribuan kali lipatan sepertinya akan tetap senilai dengan prosesnya yang unik, menarik dan sulit. Perkembangan teknologi tempa tersebut mampu menciptakan satu teknik tempa Tosan Aji ( Tosan = besi, Aji = berharga).

Pemilihan akan batu meteorit yang mengandung unsur titanium sebagai bahan keris, juga merupakan penemuan nenek moyang kita yang mengagumkan. Titanium lebih dikenal sebagai bahan terbaik untuk membuat keris karena sifatnya ringan namun sangat kuat.

Kesulitan dalam membuat keris dari bahan titanium adalah titik leburnya yang mencapai 60 ribu derajat celcius, jauh dari titik lebur besi, baja atau nikel yang berkisar 10 ribu derajat celcius.

Titanium ternyata memiliki banyak keunggulan dibandingkan jenis unsur logam lainnya. Unsur titanium itu keras, kuat, ringan, tahan panas, dan juga tahan karat.

Unsur logam titanium baru ditemukan sebagai unsur logam mandiri pada sekitar tahun 1940, dan logam yang kekerasannya melebihi baja namun jauh lebih ringan dari besi. Dalam peradaban modern sekarang, titanium dimanfaatkan orang untuk membuat pelapis hidung pesawat angkasa luar, serta ujung roket dan peluru kendali antar benua.

4. Benteng Keraton Buton
Arsitektur bangunan untuk pertahanan

Di Buton, Sulawesi Tenggara ada Benteng yang dibangun di atas bukit seluas kurang lebih 20,7 hektar. Benteng yang merupakan bekas ibukota Kesultanan Buton ini memiliki bentuk arsitek yang cukup unik, terbuat dari batu kapur.

Benteng yang berbentuk lingkaran ini memiliki panjang keliling 2.740 meter. Benteng ini memiliki 12 pintu gerbang dan 16 pos jaga / kubu pertahanan (bastion) yang dalam bahasa setempat disebut baluara.

Tiap pintu gerbang (lawa) dan baluara dikawal 4-6 meriam. Jumlah meriam seluruhnya 52 buah. Pada pojok kanan sebelah selatan terdapat godana-oba (gudang mesiu) dan gudang peluru di sebelah kiri.

Letaknya pada puncak bukit yang cukup tinggi dengan lereng yang cukup terjal memungkinkan tempat ini sebagai tempat pertahanan terbaik di zamannya. Benteng ini menunjukkan betapa hebatnya ahli bangunan nenek moyang kita dalam membuat teknologi bangunan untuk pertahanan.

5. Si Gale gale
Teknologi Robot tradisional Nusantara

Orang Toba Batak Sumatra utara pada zaman dahulu sudah bisa membuat robot tradisional yang dikenal dengan sebutan si gale-gale. Boneka ini menguasai sistem kompleks tali yang dibuat sedemikian rupa. Melalui tali yang ditarik ulur inilah boneka itu dapat membungkuk dan menggerakan “tangannya” sebagai mana layaknya orang menari.

Menurut cerita, Seorang Raja dari Suku Karo di Samosir membuat patung dari kayu untuk mengenang anak satu-satunya yang meninggal dunia. Patung kayu tersebut dapat menari-nari yang digerakkan oleh beberapa orang. Sigale – gale dimainkan dengan iringan musik tradisional khas Batak.

Boneka yang tingginya mencapai satu setengah meter tersebut diberi kostum tradisional Batak. Bahkan semua gerak-geriknya yang muncul selama pertunjukan menciptakan kesan-kesan dari contoh model manusia.

Kepalanya bisa diputar ke samping kanan dan kiri, mata dan lidahnya dapat bergerak, kedua tangan bergerak seperti tangan-tangan manusia yang menari serta dapat menurunkan badannya lebih rendah seperti jongkok waktu menari.

Si gale-gale merupakan bukti bahwa nenek moyang kita sudah dapat membuat boneka mekanikal atau robot walau dalam bentuk yang sederhana. Robot tersebut diciptakan untuk dapat meniru gerakan manusia.

6. Pengindelan Danau Tasikardi, Banten
Kecanggihan Teknologi Penjernihan Air

Nenek moyang kita ternyata sudah mengembangkan teknologi penyaringan air bersih. Sekitar abad ke16-17 Kesultanan Banten telah membangun Bangunan penjernih air untuk menyaring air yang berasal dari Waduk Tasikardi ke Keraton Surosowan.

Proses penjernihannya tergolong sudah maju. Sebelum masuk ke Surosowan, air yang kotor dan keruh dari Tasik Ardi disalurkan dan disaring melalui tiga bangunan bernama Pengindelan Putih, Abang, dan Emas.

Di tiap pengindelan ini, air diproses dengan mengendapkan dan menyaring kotoran. Air selanjutnya mengalir ke Surosowan lewat serangkaian pipa panjang yang terbuat dari tanah liat dengan diameter kurang lebih 40 cm.

Terlihat sekali bahwa pada masa tersebut sudah mampu menguasai teknologi pengolahan air keruh menjadi air layak pakai.

Danau Tasik Ardi sendiri merupakan danau buatan. Sebagai situs sejarah, keberadaan danau ini adalah bukti kegemilangan peradaban Kesultanan Banten pada masa lalu.

Untuk ukuran saat itu, membuat waduk atau danau buatan untuk mengairi areal pertanian dan memenuhi kebutuhan pasokan air bagi penduduk merupakan terobosan yang cemerlang.

7. Karinding
Teknologi pengusir hama dengan gelombang suara

Ternyata nenek moyang dan leluhur kita mempunyai suatu alat musik tiup tradisional yang berfungsi sebagai hiburan sekaligus pengusir hama.

Alat musik dari Sunda ini terbuat dari pelepah kawung atau bambu berukuran 20 x 1 cm yang dipotong menjadi tiga bagian yaitu bagian jarum tempat keluarnya nada (disebut cecet ucing atau ekor kucing), pembatas jarum, dan bagian ujung yang disebut panenggeul (pemukul).

Jika bagian panenggeul dipukul, maka bagian jarum akan bergetar dan ketika dirapatkan ke rongga mulut, maka akan menghasilkan bunyi yang khas.

Alat ini bukan cuma untuk menghibur tapi juga ternyata berfungsi mengusir hama di kebun atau di ladang pertanian. Suara yang dihasilkan oleh karinding ternyata menghasilkan gelombang low decibel yang menyakitkan hama sehingga mereka menjauhi ladang pertanian.

Frekuensi suara yang dikeluarkan oleh alat musik tersebut menyakitkan bagi hama tersebut, atau bisa dikatakan frekuensi suaranya melebihi dari rentang frekuensi suara hama tersebut, sehingga hama tersebut akan panik dan terganggu konsentrasinya.

Kecanggihan Karinding sebagai bukti bahwa nenek moyang kita sejak dulu sudah mampu menciptakan alat yang menghasilkan gelombang suara. Ini adalah alat mengusir hama yang aman bagi lingkungan. Dibutuhkan perhitungan yang teliti untuk menciptakan alat musik seperti itu.

8. Rumah Gadang
Arsitektur Rumah Aman Gempa

Para nenek moyang orang Minang ternyata berpikiran futuristik alias jauh maju melampaui zamannya dalam membangun rumah. Konstruksi rumah gadang ternyata telah dirancang untuk menahan gempuran gempa bumi.

Rumah gadang di Sumatera Barat membuktikan ketangguhan rekayasa konstruksi yang memiliki daya lentur dan soliditas saat terjadi guncangan gempa hingga berkekuatan di atas 8 skala richter.

Bentuk rumah gadang membuat Rumah Gadang tetap stabil menerima guncangan dari bumi. Getaran yang datang dari tanah terhadap bangunan terdistribusi ke semua bangunan.

Rumah gadang tidak menggunakan paku sebagai pengikat, tetapi berupa pasak sebagai sambungan membuat bangunan memiliki sifat sangat lentur.

Selain itu kaki atau tiang bangunan bagian bawah tidak pernah menyentuh bumi atau tanah. Tapak tiang dialas dengan batu sandi.

Batu ini berfungsi sebagai peredam getaran gelombang dari tanah, sehingga tidak mempengaruhi bangunan di atasnya. Kalau ada getaran gempa bumi, Rumah Gadang hanya akan berayun atau bergoyang mengikuti gelombang yang ditimbulkan getaran tersebut

Darmansyah, ahli konstruksi dari Lembaga Penanggulangan Bencana Alam, Sumatera Barat menyebutkan, dari sisi ilmu konstruksi bangunan rumah gadang jauh lebih maju setidaknya 300 tahun dibanding konstruksi yang ada di dunia pada zamannya.

9. Tempe
Pemanfaatan bioteknologi untuk makanan

Tempe merupakan hasil bioteknologi sederhana khas Indonesia. Nenek moyang bangsa Indonesia telah menggunakan Rhizopus untuk membuat tempe dari kedelai. Semua ini adalah penggunaan mikroba atau mikroorganisme pada tingkat sel untuk tujuan pangan.

Sebenarnya mengolah kedelai dengan ragi juga dilakukan di negara lain seperti China, Jepang, India, dll. Tetapi yang menggunakan Rhizopus hanya di Indonesia saja. Jadi kemampuan membuat tempe kedelai adalah penemuan orang Indonesia.

Tempe sudah dikenal sejak berabad-abad lalu di Nusantara. Dalam bab 3 dan bab 12 manuskrip Serat Centhini dengan seting Jawa abad ke-16 telah ditemukan kata “tempe”.

Kini, tempe sudah merambah manca negara, tidak saja karena rasa dan aromanya, namun juga karena kandungan gizinya. Penemuan tempe adalah sumbangan nenek moyang kita pada seni masak dunia.

10. Pranata Mangsa
Sistem penanggalan musim bukti kepandaian ilmu astronomi nenek moyang kita

Seperti kebudayaan-kebudayaan lain di dunia, masyarakat asli Indonesia sudah sejak lama menaruh perhatian pada langit. Pengamatan langit digunakan dalam pertanian dan pelayaran.

Dalam masyarakat Jawa dikenal pranatamangsa, yaitu peramalan musim berdasarkan gejala-gejala alam, dan umumnya berhubungan dengan tata letak bintang di langit.

Menurut Daldjoeni di bukunya “Penanggalan Pertanian Jawa Pranata Mangsa”, Pranata Mangsa tergolong penemuan brilian. Kompleksitasnya tak kalah bobot dari sistem penanggalan yang ditemukan bangsa Mesir Kuno, China, Maya, dan Burma. Lebih-lebih jika dibandingkan dengan model Farming Almanac ala Amerika, Pranata Mangsa jauh lebih maju.

Meskipun teknologi sudah semakin canggih seperti sekarang ini, penerapan perhitungan pranata mangsa masih relevan. Hal itu dikarenakan nenek moyang kita dulu mempelajari gejala-gejala alam seperti musim hujan/kemarau, musim tanaman berbunga/berbuah, posisi rasi bintang, pengaruh bulan purnama, dan sebagainya. Dengan mempelajari gejala-gejala alam tersebut nenek moyang kita dapat lebih menghargai kelestarian alam.

Sebenarnya masih banyak teknologi-teknologi yang digunakan nenek moyang kita yang tidak dituliskan disini.

Dari penemuan-penemuan itu sebenarnya sejak dulu bangsa Indonesia sudah mampu menguasai teknologi canggih di zamannya maka tidak pantas lah bila kita menyombongkan diri sebagai generasi sekarang bila kita tidak menghargai dan mengapresiasi leluhur kita.

Nenek moyang kita telah berhasil membangun candi-candi yang sangat indah arsitekturnya dan bertahan ratusan tahun.

Nenek moyang kita juga membangun armada laut yang telah mengarungi samudra luas.

Nenek moyang kita juga telah menemukan benda-benda yang tebilang sederhana tapi banyak manfaatnya.

Itu semua bukti bahwa nenek moyang kita sangat cerdas. Penjajahlah yang telah membuat kita lemah dan kurang percaya diri. Karena itu, setelah menjadi bangsa yang merdeka kita harus dapat bangkit kembali untuk mensejajarkan diri dengan bangsa lain yang telah maju.

Urantia, Buku Misterius


Buku Urantia bagi penganutnya dipercaya bukan dibuat oleh manusia. Penulisnya
adalah sebuah tim gabungan terdiri dari beberapa puluh pribadi roh dan malaikat.
Tim ini dipimpin seorang Konselor Ilahi dari ibukota alam semesta super
manusia.

Tebal buku ini 2097 halaman dalam bahasa Inggris. Terdiri dari 196 paper atau
makalah. Ada pribadi roh yang menulis satu, dua, atau lebih paper.
Sepertiga buku ini, sekitar 770 halaman ditulis oleh satu tim makhluk-tengah (midwayers).
Di bahasa Indonesia sulit dicari padanan katanya.
Ketika menyebut midwayers sebagai jin, banyak yang protes, jadi digunakanistilah
makhluk-tengah (antara manusia dan malaikat). Tulisan para makhluk tengah ini
adalah catatan riwayat hidup Yesus ketika hidup di dunia, yang konon dianggap
jauh lebih lengkap dan urut daripada kitab Injil.
Sumber data utamanya adalah ingatan manusia yang menyaksikan, kemudian makhluk-tengah
yang juga menyaksikan, dan terakhir sebagian kecil adalah dari alam roh. Mereka
percaya bahwa pemerintahan alam semesta merekam setiap peristiwa, bahkan setiap
pikiran manusia bernilai kekekalan.
Urantia Book diwahyukan pada tahun 1934-1939 di Chicago, 533 Diversey Parkway,
USA. Penerimanyaadalah sebuah forum, sekelompok orang sekitar 30 orang
terpelajar, dan disampaikan dengan bantuan seorang makhluk-tengah. Paper demi
paper disampaikan sebagai jawaban atas pertanyaan Forum itu.
Teks aslinya masih disimpan, dan setelah diedit dan diketik, diterbitkan tahun
1955. Penulisan ini tidak lepas dari keberadaan seorang dokter ahli bedah dan
psikiatri yang bernama Dr. William S. Sadler (1875-1969) serta istrinya Dr. Lena
Sadler.
Mereka percaya bahwa Buku Urantia bukan ditulis oleh manusia, walaupun kemudian
diketik dan diterbitkan manusia.
Teks aslinya adalah tulisan tangan, masih utuh tersimpan di kantor pusat Urantia
Foundation di Diversey Parkway 533, Chicago.
Istilah atau nama Urantia adalah cara mereka menyebut nama planet bumi kita ini.
Menurut apa yang tertulis di dalam buku Urantia tersebut, ada banyak galaksi dan
planet yang didiami. Jumlah total planet didiami tidak kurang dari 7 Trilyun
planet.
Bahkan ada satu ras makhluk yang tidak bernafas (non breathers) yang tinggal
dekat sekali dengan Bumi (inhabits a sphere in close proximity to Urantia).
Diduga mereka berada di Bulan atau planet lain yang berdekatan dengan Bumi –
Mars atau Venus.
Selain itu, informasi teknologi yang disampaikan oleh makhluk roh lewat buku
Urantia itu menyebutkan bahwa ada partikel yang lebih kecil dari elektron, yaitu
ultimaton. Alam semesta berasal dari ledakan besar pertama yang dilakukan oleh
Master Force Organizers yang diutus Tuhan.
Mengenai asal usul Tata Surya, planet-planet terbentuk karena lewatnya sistem
dark-matter Angona dekat Matahari, yang menyebabkan tersedotnya sebagian massa
Matahari membentuk planet-planet yang jumlahnya 12.
Planet nomor 5 antara Mars dan Jupiter hancur akibat mengorbit terlalu dekat ke
Jupiter. Sementara bulan sebenarnya adalah sebuah planet yang ‘ditangkap’ oleh
Bumi.
Pada mulanya, Bumi setelah terbentuk dan memadat, diselimuti air, setelah itu
barulah muncul daratan tunggal, yang kemudian terpecah menjadi beberapa benua.
Manusia berevolusi dari tumbuhan primitif, hewan, dinosaurus, mammalia, monyet,
manusia purba. Tumbuhan pertama itu adalah rekayasa genetik buatan para Life
Carrier yang diutus dari pemerintah Local System.
Manusia hasil evolusi terdiri dari ras merah (indian), kuning (cina), biru (eropa),
indigo (negro), hijau, dan orange.
Belakangan ditambah oleh ras ungu (Adam) yang bukan asli Bumi. Ras ungu paling
banyak bercampur di Timur Tengah dan dengan ras biru (Eropa-Amerika) serta Cina
Utara.
Keturunan mereka paling unggul dari genetik : ketahanan fisik, keberanian,
kepandaian dan spiritual.
Lebih jauh lagi, diungkapkan bahwa manusia bisa menempuh perjalanan luar angkasa,
dengan kecepatan melebihi kecepatan cahaya, menggunakan kendaraan malaikat
serafim (enseraphimed).
Dalam pelaksanaannya, manusia ‘dibungkus’ dan dibawa dalam kondisi tidur.
Paper 23, halaman 260 menyebutkan bahwa batas maksimum metode serafim ini adalah
558.840 mil per detik dan kecepatan rata-ratanya adalah 550.000 mil per detik.
Selain ituSolitary Messenger dan Gravity Messenger bisa melesat jauh lebih cepat
lagi.

Troy Civilization


Saat Schliemann menemukan Topeng emas ini di Mycenae pada 1876,dia beranggapan
topeng ini milik Agamemnon

Troy merupakan sebuah kota kuno dalam kitab Iliad,epik terkenal karangan penyair
Yunani kuno Homer.Kota dan peradaban ini pernah dianggap sebagai mitos dan
khayalan semata,sama persis dengan kisah-kisah tentang peradaban Atlantis dan
Lemuria.
Namun pandangan tersebut akhirnya tumbang,bermula setelah seorang cendekiawan
Inggris,Charles McClaren,pada tahun 1822 berpendapat bahwa Troy yang dimaksud
Homer kemungkinan besar berada di Turki.Dia menunjuk sebuah gundukan tanah luas
yang disebut Hisarlik dekat Dardanella,yaitu sebuah kawasan di laut sempit yang
menghubungkan Laut hitam dan Aegea.
Setelah itu seorang arkeolog Jerman,Heinrich Schiliemann,mulai mengadakan
penggalian terhadap gundukan di Hisarlik pada tahun 1871.
Baru pada 1873,Schliemann berhasil menemukan sisa-sisa sebuah kota yang sangat
kuno yang ia percayai sebagai reruntuhan peradaban Troy.
Selain itu,ia bersama para krunya juga menemukan harta karun emas dan perak yang
ia sebut sebagai harta karun Priam,sesuai dengan legenda Raja Troy yaitu Priam
yang disebutkan dalam epik karangan Homer,Iliad.
Namun sayangnya,harta-harta karun tersebut malah ia selundupkan keluar Turki
untuk membawanya ke Eropa.

Sembilan Lapisan Kota Troy yang telah porak-poranda
Pada tahun 1876,Schliemann kembali melakukan penggalian di kawasan Mycenae,Yunani.Dia
menemukan apa yang dia pikirkan sebagai makam Agamemnon,seorang Raja musuh
bangsa Troy dalam Epik Iliad.
Baru pada tahun 1890-an,Wilhem Dorpfield menunjukkan bahwa gundukan di kawasan
Hisarlik tersusun dari sembilan lapisan sisa-sisa kota,dari penemuan ini bisa
kita ketahui bahwa sangat tua umur peradaban Troy itu,mungkin berada satu era
dengan peradaban Atlantis.
Lebih lanjutnya ia mengatakan kemungkinan peradaban tersebut berakhir dengan
sempurna dikarenakan kota ini dihancurkan oleh gempa bumi dan air bah dasyat
yang terjadi selama sembilan kali.Setiap orang yang selamat kembali membangun di
atas reruntuhan kota tersebut.
Schliemann menganggap bahwa Troy yang dikatakan oleh Homer mungkin adalah Troy
II (2),yaitu lapisan reruntuhan kota ke-dua dari bawah.Sedangkan menurut
Dorpfield berpendapat itu adalah Troy ke-VI.
Masa Troy 5 menurut para peneliti mungkin berasal dari zaman perunggu (sekitar
3000 SM-1900 SM),sedangkan sampai saat ini belum ada penjelasan mengenai
Peradaban Troy keberapakah yang dimaksudkan Homer dalam Iliad-nya.Yang pastinya
peradaban tersebut mungkin benar adanya berasal dari era ke-2/ke-3 yaitu ketika
berada di zaman es 11.000-10.000 tahun yang lalu.
Sekarang,teka-teki suatu peradaban yang dulunya dianggap hanyalah sebuah mitos
telah berhasil dipecahkan dan ditemui kebenarannya,tinggal menunggu perkembangan
dari pencarian reruntuhan terhadap peradaban Atlantis dan Lemuria.

Buaya prasejarah


Ini dia nenek moyangnya buaya-buaya jaman sekarang (buaya darat nggak termasuk
lo) , Sarcosuchus imperator atau yang akrab dipanggil Super Croc.
Hidup sekitar 110 juta tahun yang lalu,dengan panjang tubuh antara 37-40 kaki.
Klo kita lihat dari ukuran tubuh ,Super Croc tentunya lebih besar 2-3 kali dari
buaya terbesar di dunia saat ini (jenis-jenis buaya muara).
Berat badan seekor Super Croc dewasa berkisar antara 17.500 lbs,atau sekitar 10
kali berat buaya terbesar yang eksis saat ini.

Selama periode tahun 1940’an sampai 1950’an,seorang Palentolog asal Perancis,Alfred
Felix beserta rekan-rekannya dalam ekspedisi Sahara, telah menemukan puluhan
fosil-fosil Super Croc diwilayah Negara Niger.mereka menemukan setidaknya 50%-70%
dari kerangka keseluruhan seekor Super Croc.

Perbandingannya sama manusia dewasa

Super Croc sendiri juga merupakan jenis predator tertinggi pada sistem rantai
makanan.perlu diketahui,Super Croc dapat berlari dengan kecepatan antara 40-60
Km/jam,itu artinya pada zaman Jura,Super Croc tidak hanya memburu mangsanya
diperairan,tapi juga didaratan , menyergap mangsanya dengan cara berlari,tidak
seperti buaya-buaya masa kini yang lebih banyak menunggu mangsa-nya dipinggiran
perairan.

Piramida Kematian Teotihuacan


 

The Pyramid of the Moon

Pada abad ke-13,ketika Orang2 Aztec menyapu masuk ke Meksiko Bagian Tengah,Kota
Teotihuacan yang dulunya padat ini (kira2 puncak kejayaanya sekitar 400 M) telah
sepi ditinggalakan para pembangunnya yang misterius.
Bahkan orang-orang Aztec yang ganas pun sangat terpukau saat pertama kali
melihat bangunan piramida-piramida kematian ini.Pusat upacaranya yang megah,dimana
puluhan ribu masyarakatnya berkumpul di tengah-tengah monumen batu keramat,terbenam
di bawah rimbunnya pepohonan nan hijau.
Orang-orang Aztec menamai situs purbakala ini dan mengidentifikasi monumen2
paling agung dan megah sesuai dengan kepercayaannya sendiri,yaitu Piramida
Matahari dan Piramida Bulan.
Karena berasumsi bahwa beberapa bangunan ini adalah makam,mereka menyebut jalan
raya utamanya “Street of the Dead” (Jalan Para Arwah).
Makam2 yang berharga dan mengerikan baru-baru ini ditemukan di Piramida Bulan
dalam penggalian yang dipimpin oleh Cabrera Castro dari National Institute of
Antropology and History Meksiko,dan Saburo Sugiyama dari Aichi Prefectural
University Jepang.Menggali jauh ke dalam struktur batu setinggi 43 meter,para
arkeolog menemukan lima lokasi pemakaman.
Mereka membersihkan lapisan terakhir tanah dari dasar dan menemukan lokasi
pembantaian yang mengerikan.Kepala-kepala tanpa tubuh dan jasad para pejuang dan
para pejabat penting asing,mamalia karnivora,burung pemangsa,dan reptilia
mematikan.

Dua kuburan massal yang terpaut jarak waktu setengah abad menyampaikan pesan
yang sama,militer Teotihuacan mendominasi bagian dari Mesoamerika dengan
kekuatan brutal.
Di bawah penggalian pengarah Saburo Sugiyama,terbaring jasad2 sepuluh pria dari
sekitar tahun 300 M.Kemungkinan tawanan perang,mereka dibuat tunduk untuk
selamanya,dengan tangan terikat dibelakang tubuh dan semua barang dan
perhiasannya dilucuti,mereka dipenggal kepalanya dan dilempar ke sebuah timbunan.Semua
korban ini adalah orang asing,seperti yang ditunjukkan oleh analisa tulang dan
gigi bertahtakan batuan hijau dan pyrite.
Bukti-bukti menunjukkan,semua korban ini dibunuh dalam upacara ritual untuk
menyucikan tahapan2 berikutnya dari konstruksi piramida ini.Kurban paling awal,dari
sekitar tahun 200 M,menandai perluasan signifikan dari bangunan ini.Orang asing
yang terluka,mungkin tahanan perang,tampaknya dikubur hidup-hidup.Tangannya
diikat di belakang tubuhnya,aneka binatang lambang kekuatan mitologi dan militer
mengelilingi mayat2 mereka.
Berbagai persembahan dibuat sangat indah,temasuk berbagai senjata obsidian,dan
patung kecil dari batu hijau solid.Kemungkinana kurban2 ini dipersembahkan untuk
seorang Dewi Perang.
Teotihuacan salah satu perkotaan pertama dibelahan bumi barat.Luasnya hampir 20
kilometer persegi,pada masa kejayaannya,kota perdagangan kaya dengan jaringan
luas.
Tak diketahui sebabnya,kota ini runtuh mendadak sekitar tahun 600 M.Banyak
penduduknya yang misterius melarikan diri,mereka meninggalakan sedikit catatan
untuk digali informasinya.
Hanya tersisa reruntuhan kota dan aneka petunjuk yang menggugah rasa ingin tahu
akan sebuah budaya yang pada masanya sangat kuat.

Teotihuacan Map Area

Fakta Mukjizat Nabi Musa


Masih ingatkah teman-teman dengan kisah mukjizat Nabi Musa yang membelah laut
merah dengan tongkatnya?Jika salah satu diantara teman-teman yang menganggap
kisah tersebut hanya merupakan dongeng belaka,sekarang mari kita simak tulisan
yang aq uraikan dibawah ini.
Seorang Arkeolog bernama Ron Wyatt pada ahir tahun 1988 silam mengklaim bahwa
dirinya telah menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur kuno didasar laut
merah.
Menurutnya, mungkin ini merupakan bangkai kereta tempur Pharaoh yang tenggelam
dilautan tsb saat digunakan untuk mengejar Musa bersama para pengikutnya.

Menurut pengakuannya,selain menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur
berkuda, Wyatt bersama para krunya juga menemukan beberapa tulang manusia dan
tulang kuda ditempat yang sama.
Temuan ini tentunya semakin memperkuat dugaan bahwa sisa2 tulang belulang itu
merupakan bagian dari kerangka para bala tentara Pharaoh yang tenggelam di laut
Merah.
Apalagi dari hasil pengujian yang dilakukan di Stockhlom University terhadap
beberapa sisa tulang belulang yang berhasil ditemukan,memang benar adanya bahwa
struktur dan kandungan beberapa tulang telah berusia sekitar 3500 tahun silam,dimana
menurut sejarah,kejadian pengejaran itu juga terjadi dalam kurun waktu yang sama.

 

Selain itu,ada suatu benda menarik yang juga berhasil ditemukan,yaitu poros roda
dari salah satu kereta kuda yang kini keseluruhannya telah tertutup oleh batu
karang,sehingga untuk saat ini bentuk aslinya sangat sulit untuk dilihat secara
jelas.
Mungkin Allah sengaja melindungi benda ini untuk menunjukkan kepada kita semua
bahwa mukjizat yang diturunkan kepada Nabi2-Nya merupakan suatu hal yang nyata
dan bukan merupakan cerita karangan belaka.
Diantara beberapa bangkai kereta tadi,ditemukan pula sebuah roda dengan 4 buah
jeruji yang terbuat dari emas.Sepertinya, inilah sisa dari roda kereta kuda yang
ditunggangi oleh Pharaoh sang raja.

Sekarang mari kita perhatikan gambar diatas,
Pada bagian peta yang aq lingkari (lingkaran merah),menurut para ahli kira-kira
disitulah lokasi dimana Nabi Musa bersama para kaumnya menyebrangi laut Merah.
Lokasi penyeberangan diperkirakan berada di Teluk Aqaba di Nuweiba.
Kedalaman maksimum perairan di sekitar lokasi penyeberangan adalah 800 meter di
sisi ke arah Mesir dan 900 meter di sisi ke arah Arab.
Sementara itu di sisi utara dan selatan lintasan penyeberangan (garis merah)
kedalamannya mencapai 1500 meter.
Kemiringan laut dari Nuweiba ke arah Teluk Aqaba sekitar 1/14 atau 4 derajat,
sementara itu dari Teluk Nuweiba ke arah daratan Arab sekitar 1/10 atau 6
derajat.
Diperkirakan jarak antara Nuweiba ke Arab sekitar 1800 meter.Lebar lintasan Laut
Merah yang terbelah diperkirakan 900 meter.
Dapatkah kita membayangkan berapa gaya yang diperlukan untuk dapat membelah air
laut hingga memiliki lebar lintasan 900 meter dengan jarak 1800 meter pada
kedalaman perairan yang rata2 mencapai ratusan meter untuk waktu yang cukup lama,
mengingat pengikut Nabi Musa yang menurut sejarah berjumlah ribuan? (menurut
tulisan lain diperkirakan jaraknya mencapai 7 km, dengan jumlah pengikut Nabi
Musa sekitar 600.000 orang dan waktu yang ditempuh untuk menyeberang sekitar 4
jam).
Menurut sebuah perhitungan, diperkirakan diperlukan tekanan (gaya per satuan
luas) sebesar 2.800.000 Newton/m2 atau setara dengan tekanan yang kita terima
jika menyelam di laut hingga kedalaman 280 meter.
Jika kita kaitkan dengan kecepatan angin,menurut beberapa perhitungan,setidaknya
diperlukan hembusan angin dengan kecepatan konstan 30 meter/detik (108 km/jam)
sepanjang malam untuk dapat membelah dan mempertahankan belahan air laut
tersebut dalam jangka waktu 4 jam!!!sungguh luar biasa,Allah Maha Besar.

New King of Dinosaur’s


Menurut ahli2 paleontologi,para Dinosaurus itu telah punah 65 juta tahun silam,dan
penyebab kepunahannya sampai sekarang juga belum bisa dipastikan,ada beberapa
teori mencoba untuk menguak misteri penyebab kepunahan mereka ,diantaranya Teori
benturan planet kecil,letusan gunung berapi dalam sekala besar,bahkan ada pula
teori yang menyebutkan mereka punah karena kegagalan pengembangbiakan.
Tapi pada artikel singkatku kali ini,aku sengaja tidak membahas dulu mengenai
beberapa teori yang aku sebutkan diatas ,tapi ada beberapa hal yg mau aku
sampaikan kepada teman2 mengenai beberapa info terbaru dari hasil perkembangan
penggalian dan penelitian terhadap fosil-fosil binatang rakasasa masa silam ini.
Diantaranya yang cukup menarik perhatian saya adalah penemuan fosil dari species
dinosaurus pemakan daging yang statusnya kini menjadi Dinosaurus terbesar yang
masuk dalam kategori “The Biggest Carnivor”.
Yup,Predator mematikan yang diberi nama Spinosaurus ini berukuran lebih besar
dari Giganotosaurus maupun Tyranosaurus Rex ,selain statusnya sebagai the
Biggest Carnivor,saat ini ia juga “menjabat” sebagai King-nya Dinosaurus
Predator,menggusur singgasana Giganotosaurus yang telah berkuasa selama beberapa
dasawarsa terakhir.
Hal itu setelah diumumkan oleh “Cristiano Dal Sasso of the Civil Natural History
Museum in Milan”,yang menyatakan bahwa Giganotosaurus telah “ditendang” dari
singgasana teratas jajaran Dinosaur Karnivora setelah penemuan fosil terbesar
dari Spinosaurus.
Ok deh,untuk perbandingannya yuk kita liat bareng-bareng ilustrasi yang aku
tampilkan dibawah ini:

*Rank 3

Tyranosaurs Rex a.k.a T- Rex
Length: 40-50 feet
Weight: 6 tons
Fear factor: teeth up to 13 inches long
Lived: 65 million years ago
Where: North America

*Rank 2

Giganotosaurus
Length: 47 feet
Weight: 8 tons
Fear factor: 8-inch-long serrated teeth
Lived: 95 million years ago
Where: Argentina

*Rank 1

Spinosaurus
Length: 55 feet
Weight: 8 tons
Fear factor: long, crocodile-like jaws
Lived: 100 million years ago
Where: Argentina, Morocco, Tunisia, Algeria
Untuk kategori Dinosaurus dengan tubuh tertinggi, terbesar dan terpanjang dari
semua species, jatuh kepada satu species Dinosaurus Herbivor,yaitu
Argentinosaurus.

Argentinosaurus

Length: 120 feet
Weight: 100 tons
Fear factor: get out of my way
Lived: 65 million years ago
Where: South America
(not to scale)

Yang jelas , dengan bentuk rahang panjang mirip buaya, Spinosaurus tidak bisa
mengunyah, jadi lebih mirip buaya dimana rahang yg kuat buat menghancurkan
tulang2 mangsanya untuk kemudian ditelan bulat-bulat.
Tangannya yg lebih besar dan lebih operasional ketimbang T-Rex memungkinkan dia
mencengkeram mangsanya untuk memutuskan sendi2 di bagian tubuh mangsa utk
mempermudah ditelan.
Kalau buaya karena kaki depannya pendek biasanya memutuskan sendi / kaki
mangsanya dengan ‘puntiran maut’ yaitu melakukan putaran badan melintir didalam
air.
Spinosaurus, seperti halnya juga T-Rex tidak mungkin berlari lincah selincah
Velocyraptor tapi lebih mirip gerakan lari gajah dimana satu kaki selalu
menjejak tanah.
Beda dengan Raptor yg kemungkinan bisa berlari mirip burung Unta dimana pada
satu ketika kedua kaki bisa terangkat dan tidak menjejak tanah.
Dengan ukuran tubuh sebesar itu, sulit bagi Spinosaurus utk berburu sendiri
mengejar mangsa,kemungkinan species ini berburu berkelompok.
Kalaupun berburu sendiri kemungkinan besar Spinosaurus adalah pemakan bangkai
atau berburu mirip hyena dgn mengikuti gerakan pemburu2 yg lebih kecil utk
kemudian merebut buruan dgn mengandalkan ukuran tubuhnya.
Sirip tegak tulang belakangnya juga menimbulkan pertanyaan akan kemungkinan
Spinosaurus adalah hewan yg sering menghabiskan waktunya di air.
Bergerak di air amat menguntungkan karena mengurangi bobot tubuhnya, selain itu
dengan berdiam di air, Spinosaurus bisa berburu sendiri dgn cara berburu ala
buaya yaitu dgn diam menanti herbivora turun minum di sungai untuk kemudian
menyergapnya.
Hal ini membuat hewan besar ini tidak perlu mengejar mangsanya.